Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

KOP SAE Pujon Terus Berkomitmen untuk Jaga Kerja Sama Beragam Mitra

Kholid Amrullah • Senin, 4 Maret 2024 | 18:54 WIB
SUKSES: Para pengurus Koperasi SAE Pujon menggelar Rapat Akhir Tahun dengan penuh kekompakan dan kebersamaan, Minggu (3/3).
SUKSES: Para pengurus Koperasi SAE Pujon menggelar Rapat Akhir Tahun dengan penuh kekompakan dan kebersamaan, Minggu (3/3).

PUJON - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Sinau Andhandani Ekonomi (SAE) Pujon, Kabupaten Malang sukses digelar Minggu kemarin (3/3).

Dalam RAT tersebut, Koperasi SAE Pujon menekankan pentingnya menjaga kerja sama dengan beragam mitra.

Ketua Koperasi SAE Pujon HM Ni’am Shofi menyampaikan, sebelum pelaksanaan RAT ini pihaknya telah melakukan pra-RAT sebagai pendahuluan.

Agenda pendahuluan ini berlangsung mulai 28 Januari hingga 7 Februari 2024 (selama 10 hari).

“Karena koperasi ini didirikan oleh beberapa orang dan anggotanya semakin banyak yaitu 9.700-an orang maka, segala permasalahan harus dikomunikasikan dan saling pengertian,” terangnya.

Menurutnya, dengan perhatian, akhirnya tidak ada kendala yang berarti di dalam Koperasi SAE Pujon.

Selain itu, ia menyebut, keberhasilan yang terjadi juga tidak lepas dari peranan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Peternakan, Dekopinda Kabupaten Malang, dan sebagainya.

“Berkat peranan dinas tersebut, kami bisa mendapat logistik untuk menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” terangnya.

“Tanpa ada kolaborasi, musibah PMK sulit dikendalikan. Kami mohon kepada pihak pemerintah jangan bosan membantu anggota Koperasi SAE Pujon,” tambahnya.

Ni’am mengatakan, RAT Koperasi SAE Pujon dalam rangka tutup buku 2023 ini berhasil menorehkan laba yang meningkat.

Yang mana tahun 2022 lalu labanya mencapai Rp 3,9 miliar, tahun 2023 naik jadi Rp 4,1 miliar.

Begitu juga dengan jumlah aset, pada tahun 2022 sebanyak 90 miliar tahun 2023 naik jadi Rp 115 miliar.

Dia mengatakan RAT kali ini juga dihadiri oleh PT Nestle Indonesia dan PT Frisian Flag Indonesia. Kepada koran ini, Ni’am menerangkan Koperasi SAE Pujon telah menjalin kerja sama dengan PT Nestle Indonesia sejak 1975. “Dulu sebelum ada wabah PMK, produksi susu yang dikirimkan 120 ton per hari.

Namun, pasca PMK, pengiriman produksi susu ke Nestle tidak kurang dari 20 ton,” katanya.

Ni’am membeberkan bahwa kerja sama dengan PT Nestle Indonesia ibarat sejarah yang harus dijaga dan dihormati.

Dan, ketika pasca PMK, Koperasi SAE Pujon juga menjalin kerja sama dengan PT Frisian Flag Indonesia dengan mengirimkan produksi susu lebih dari 60 persen.

Selain pentingnya menjalin kerja sama dengan beragam mitra, pihaknya juga menjelaskan ada beberapa poin yang harus diselesaikan dalam forum RAT.

 Yaitu, revisi AD dan ART tetap dilaksanakan, simpanan pokok per tanggal 16 Januari 2033 naik menjadi Rp 200 ribu, dan simpanan wajib dipertimbangkan menjadi 25-50 per kilogram agar ketika anggota keluar, simpanannya bisa cukup besar.

Poin selanjutnya yaitu simpanan sukarela ditingkatkan menjadi Rp 350 per kilogram atau Rp 500 per kilogram sebab selama ini Rp 300 per kilogram.

“Anggota yang telah pindah (menyetorkan susu sapi) kepada pihak lain akan diberi peringatan 15 hari. Lalu, jika tidak ada itikad baik akan dikeluarkan dari keanggotaan dan hak-haknya tidak diberikan,” tutur Ni’am.

Apabila kembali ke Koperasi SAE Pujon, maka dianggap sebagai anggota baru dan tidak dapat dicalonkan dan mencalonkan baik pengurus atau pengawas sebelum aktif produktif selama 3 tahun.

Bahkan, anggota yang sudah tidak aktif produktif 3 tahun akan dikeluarkan dari keanggotaan.

Perlu diketahui, anggota perintis 1962-1990 yang sudah meninggal dunia dan punya tanggungan di Koperasi SAE maksimal Rp 1 juta akan dihapus.

Poin terakhir yakni pengurus akan mempertegas legalitas tanah dan diatasnamakan Koperasi SAE, yang selama ini atas nama salah satu pengurus. (art/lid)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pengurus Koperasi SAE Pujon #Rapat Anggota Tahunan