KEPANJEN - Polres Malang terus mengukuhkan komitmennya untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Malang.
Salah satunya dengan mengoperasikan Kantor Satpas Prototype di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kabupaten Malang.
Mulai dilakukan ujicoba layanan sejak 26 Februari lalu, kini satpas anyar tersebut siap melayani masyarakat untuk kepengurusan SIM.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengungkapkan, semua sara dan prasarana penunjang di Kantor Satpas Prototype sudah siap melayani masyarakat.
”Mulai dari lapangan, ujian praktik, kendaraan uji coba, semuanya sudah siap,” ungkap AKBP Putu di sela-sela peninjauan langsung di Kantor Satpas Prototype.
Menurut Putu, salah satu komitmen yang diterapkan di Kantor Satpas Prototype Polres Malang adalah menghilangkan praktik calo dan memberikan akses yang lebih ramah kepada penyandang disabilitas.
Karena pihaknya menekankan perhatian khusus terhadap fasilitas dan pelayanan bagi kelompok difabel.
”Kantor Satpas Prototype ini sesuai spesifikasi dari korlantas, termasuk saranasarana yang lebih ramah terhadap difabel,” tambahnya.
Kapolres Malang juga melihat langsung tempat ujian praktik permohonan SIM yang berada di halaman belakang kantor satpas.
Sebagai langkah konkret, AKBP Putu Kholis Aryana bahkan menjajal langsung ujian praktik mengendarai sepeda motor untuk memastikan perangkat ujian berfungsi dengan baik.
Tempat ujian praktik ini dilengkapi dengan jalur jalan, rambu lalu lintas, hingga rambu lampu mini, sehingga memastikan kelancaran dan keselamatan dalam proses pengujian.
”Kami berharap pelayanan di Kantor Satpas Prototype Polres Malang ini lebih optimal untuk melayani masyarakat, terutama yang berasal dari wilayah Malang selatan dan sekitarnya,” ungkapnya.
Dengan adanya Satpas Prototype tersebut diharapkan proses pengurusan SIM menjadi lebih efisien dan dapat mendukung pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Apalagi masyarakat Malang Selatan bisa lebih dekat dalam melakukan kepengurusan, yang sebelumnya harus menempuh jarang yang cukup jauh ke Singosari.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Malang, AKP Adis Dani Garta menambahkan, keunggulan satpas prototype adalah kelengkapan sarana dan prasarana penunjang.
Seperti fasilitas antrean digital di setiap loket sehingga pengunjung dapat kepastian pelayanan secara transparan.
Selain itu, penilaian setiap ujian yang secara langsung di tampilkan sehingga pengunjung mengetahui lulus atau tidak.
”Gedungnya juga luas sehingga satpas prototype ini bisa melayani pengunjung sekitar 100 sampai 150 orang per hari,” bebernya.
Dengan adanya satpas prototype ini diharapkan masyarakat wilayah Kabupaten Malang Selatan dapat terlayani dengan cepat dan mudah tanpa hambatan.
Sehingga bisa menghilangkan persepsi tentang pengurusan SIM yang sulit dan tidak transparan. (iza/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana