KALIPARE – Pemkab Malang tengah mematangkan rencana untuk mengatasi dampak terjadinya musibah longsor di Jalan Rajekwesi, Kecamatan Kalipare.
Apalagi bahu jalan yang mengalami longsor ada di dua titik.
Opsi mengepras tebing akan dilakukan dengan panjang sekitar 110 meter.
”Panjang tebing yang akan dikepras sekitar 110 meter itu belum final, nanti menyesuaikan lagi di lapangan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma.
Panjang tebing yang akan dikepras dengan lebar dua meter itu untuk dua titik.
Yakni titik pertama sepanjang 70 meter.
Kemudian titik yang longsor hingga memakan badan jalan kemarin sepanjang 40 meter.
Menurut Khairul ada dua metode yang digunakan untuk pengeprasan tebing.
”Yang bagian atas dengan teknik blasting, sementara yang bawah menggunakan alat breaker atau penghancur batu,” tuturnya.
Namun pihaknya masih berkonsultasi dengan para ahli sebelum melakukan pengeprasan tebing untuk memastikan kondisi di kawasan tersebut.
Mulai dari mengecek tingkat kekuatan tanah hingga mengetahui apakah ada aliran air di bawah jalan tersebut.
”Sehingga diketahui juga area sejenis di sepanjang jalur itu supaya penanganannya tidak tambal sulam,” katanya.
Selain pengeprasan tebing untuk pelebaran jalan, pihaknya juga akan melakukan pembangunan drainase dan plengsengan.
Drainase memiliki fungsi untuk mengalirkan air yang terjun dari atas tebing.
Sehingga mencegah air masuk dari tanah, dimana air menjadi sebab longsornya tanah.
”Untuk plengsengan yang ada saat ini sudah hancur. Dan bakal dibangun ulang,” tambahnya. (iza/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana