BATU, RADAR BATU – Investasi Kota Batu masih sangat bergantung pada modal dalam negeri. Dari total realisasi investasi Rp 395,95 miliar sepanjang Januari-Juni 2026, sebesar Rp 390,90 miliar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) baru menyumbang Rp 5,04 miliar. Komposisi tersebut menunjukkan pelaku usaha domestik masih menjadi sumber utama investasi di Kota Batu.
Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu Ernawati mengatakan, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menjadi penyumbang terbesar PMDN.
Baca Juga: Terlilit Utang, Perempuan Asal Lumajang Bobol Rumah Kosong di Bumiaji Batu - Radar Batu
Nilainya mencapai Rp 175,4 miliar. Sektor tersebut disusul hotel dan restoran sebesar Rp 114,6 miliar serta jasa lainnya sebesar Rp 48,3 miliar.
Struktur tersebut memperlihatkan investasi Kota Batu masih kuat bertumpu pada properti dan pariwisata. Sektor akomodasi serta usaha pendukung pariwisata menjadi bagian penting dari arus modal yang masuk.
Untuk PMA, sektor jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 2,9 miliar. Berikutnya sektor perdagangan sebesar Rp 1 miliar dan perumahan, kawasan industri, serta perkantoran sekitar Rp 950 juta.
Baca Juga: 14 Zona Megathrust Kepung Indonesia, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada - Radar Batu
Ernawati membenarkan nilai PMA tersebut. “Untuk sektor Penanaman Modal Asing tercatat sebesar Rp 5,04 miliar,” katanya.
Dominasi modal domestik dan sektor properti-pariwisata menjadi gambaran karakter investasi Kota Batu. Kondisi tersebut perlu diikuti upaya memperluas investasi ke sektor yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi ekonomi lokal.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan investasi tidak berhenti pada pembangunan aset komersial. Keterlibatan pelaku usaha lokal dan penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting manfaat investasi bagi masyarakat.
Editor : Fajar Andre Setiawan