Pasokan Beras SPHP di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Seret

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:00 WIB
STABIL: Harga beras di toko sembako Pasar Induk Among Tani masih stabil kemarin (9/9). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
STABIL: Harga beras di toko sembako Pasar Induk Among Tani masih stabil kemarin (9/9). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Induk Among Tani mulai dikeluhkan seret oleh pedagang. Meski begitu, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Batu memastikan stok beras masih mencukupi dan harganya relatif stabil.

Pedagang beras di sana, Rizal Habibi mengatakan harga beras SPHP saat ini Rp 60 ribu per sak atau kemasan 5 kilogram. Namun, harga tersebut khusus pelanggan. Untuk pembeli umum, mereka dikenai Rp 62 ribu.

Namun, persoalan justru pada pasokan. Rizal mengaku hanya mendapat sebagian kecil dari jumlah yang diajukan ke distributor. “Pasokannya agak sulit. Saya sudah mengisi list kebutuhan 300 sak, tapi yang dikirim mungkin hanya 70 sak,” ucapnya kemarin (9/9).

Baca Juga: Kawah Ijen Padam setelah Enam Hari, Fokus Karhutla Jatim Bergeser ke Gunung Butak - Radar Batu

Pedagang lainnya, Sisilia menyebut harga beras masih relatif stabil. Kenaikannya hanya sekitar Rp 100 hingga Rp 200. “Saat ini, harganya Rp 63 ribu untuk beras SPHP dan sekitar Rp 83 ribu untuk beras premium,” ujarnya.

Pada Selasa lalu (8/9), Satgas Pangan Polres bersama Pemkot Batu memantau harga dan ketersediaan beras di Pasar Induk Among Tani. Pemantauan menyasar pedagang hingga salah satu distributor.

Kasatreskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan stok beras masih mencukupi. Kondisi itu juga berlaku untuk beras SPHP. “Dari hasil pemantauan, ketersediaan beras di Pasar Induk Among Tani masih mencukupi,” ungkapnya.

Baca Juga: Suanggi: Ilmu Kutukan, Film Horor Indonesia yang Tayang Hari Ini di Bioskop - Radar Batu

Terkait harga, kata dia, masih terpantau stabil. Baik untuk beras jenis premium maupun medium. Termasuk ketersediaan beras SPHP. Dia menegaskan pengawasan akan terus dilakukan bersama instansi terkait.

Termasuk menelusuri alur distribusi untuk memastikan harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan mencegah penyimpangan. Ps Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman menambahkan, pemantauan dilakukan berkala dengan waktu yang tidak ditentukan.

Langkah itu untuk mengantisipasi penimbunan atau gangguan distribusi beras. “Demi kestabilan harga beras sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat, pemantauan akan selalu dilakukan dengan jadwal dan waktu yang tidak ditentukan,” kata dia.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Pasar Among Tani Pasokan Beras pasar induk pangan beras