7.500 UMKM di Kota Batu Didorong Naik Kelas

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:00 WIB
DIDORONG NAIK KELAS: Menko PM meninjau salah satu UMKM di PLUT KUMKM saat kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
DIDORONG NAIK KELAS: Menko PM meninjau salah satu UMKM di PLUT KUMKM saat kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 7.500 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong Pemkot Batu agar naik kelas. Fokusnya meningkatkan kualitas agar pelaku usaha semakin mandiri, mampu memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, pengembangan ekonomi kerakyatan harus diarahkan pada kualitas perkembangan usaha. Menurutnya, penguatan UMKM akan didukung melalui ekosistem bisnis terpadu. Salah satunya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM).

Fasilitas tersebut mencakup pemberdayaan pemuda melalui Cafe Cubees dan Karang Taruna, agregasi koperasi melalui Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan CooSAE, serta cold storage, Rumah Kemasan, dan Magang Hub. Pemkot Batu juga menjalankan Program 365 UP.

Baca Juga: Pasien Poli Jiwa Batu Didominasi Usia 20-40 Tahun - Radar Batu

Sebanyak 40 UMKM terkurasi mendapat pendampingan selama 365 hari. Materinya meliputi legalitas, manajemen, digitalisasi, hingga pengembangan pasar. Langkah tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menilai potensi UMKM dan ekonomi kreatif Kota Batu dapat menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Menurut dia, UMKM memiliki peran strategis sebagai penyeimbang sektor industri. Keberlanjutan UMKM tidak hanya bergantung pada investasi. Namun, juga ekosistem pendukung yang kuat.

Baca Juga: Alya Resmi Lulus dari JKT48, Begini Proses Graduation yang Dilalui - Radar Batu

Namun, sejumlah tantangan masih perlu dibenahi. Salah satunya pemanfaatan teknologi yang belum optimal. “Ya tentu banyak sekali yang harus terus kita upgrade, dalam konteks teknologi misalnya,” ungkapnya.

Selain teknologi dan akses permodalan, pemerintah pusat menyoroti ketersediaan bahan baku berkualitas. Sebagian komponen usaha masih bergantung pada bahan impor. Kemenko PM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memastikan kelancaran pasokan bahan baku.

Editor : Fajar Andre Setiawan
umkm ekonomi pemkot batu bisnis PLUT