BATU, RADAR BATU - Harga daging ayam ras di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu menembus Rp 42 ribu per kilogram sejak Minggu (23/8). Harga tersebut melonjak dari sekitar Rp 30-34 ribu per kilogram pada Juni lalu. Pedagang menyebut tingginya permintaan dan terbatasnya stok menjadi pemicu kenaikan.
Ika, salah satu pedagang ayam, mengatakan harga terus naik sejak awal Agustus. Dari Rp 36 ribu per kilogram, harga bergerak menjadi Rp 37 ribu, Rp 40 ribu, hingga Rp 42 ribu. “Sejak Minggu (23/8) lalu, harganya sudah Rp 42 ribu per kilogram dan berlaku sampai hari ini (kemarin, 24/8),” ujarnya.
Kenaikan harga membuat pedagang ikut menyesuaikan strategi penjualan. Ika kini menyamakan harga seluruh bagian ayam agar beban pembeli tidak semakin berat.
“Waktu harga masih normal, setiap bagian saya bedakan harganya. Kalau sekarang, saya samakan semua. Kasihan juga pembelinya, karena harga sudah terlalu tinggi,” katanya.
Baca Juga: Kota Batu Targetkan 90 Persen Kasus TBC Ditemukan - Radar Batu
Menurut Ika, lonjakan permintaan terjadi karena banyak kegiatan hajatan sepanjang Agustus. Mulai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan hingga Maulid Nabi. Kebutuhan daging ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut ikut menyerap pasokan.
Ironisnya, tingginya permintaan tidak terasa di tingkat pasar. Pembeli justru cenderung sepi. Pedagang pun mengurangi stok untuk menekan risiko kerugian, dari biasanya menjadi sekitar 20 kilogram per hari. “Walaupun permintaan mungkin besar di supplier, jadi stoknya sedikit, tetapi pembeli di pasar jadi sepi,” ujarnya.
Harga yang kian mahal membuat sebagian konsumen beralih ke sumber protein lain. Salah satunya Lusiana, pengunjung pasar, yang memilih telur dan ikan air tawar. Sebab, harga komoditas tersebut masih lebih terjangkau. “Sebelumnya mau beli ayam, tapi karena harga terlalu tinggi, sementara saya ganti telur dan ikan air tawar,” pungkasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan