Anak-Anak di Songgokerto, Kota Batu Bisa Raup Rp 200 Ribu dari Lipat Parasut

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:00 WIB
CEKATAN: Sejumlah anak di Kelurahan Songgokerto sigap melipat parasut beberapa hari lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
CEKATAN: Sejumlah anak di Kelurahan Songgokerto sigap melipat parasut beberapa hari lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Anak-anak di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu bisa mengantongi hingga Rp 200 ribu dalam sehari dari jasa melipat parasut di kawasan wisata Paralayang Gunung Banyak. Penghasilan tersebut bergantung pada jumlah penerbangan. Tarif melipat per parasut dipatok sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

Aktivitas tersebut dilakukan di Lapangan Songgomaruto. Tepat di lokasi pendaratan paralayang. Begitu penerbang mendarat, sejumlah anak langsung membantu melepas hingga melipat parasut. Biasanya, satu parasut dikerjakan dua hingga tiga anak.

Baca Juga: Kebakaran Nipah Mall Makassar Diduga Akibat Korsleting Neon Box, Ini Kronologinya - Radar Batu

Salah satunya Ibrahim Gibran. Remaja kelahiran 2011 yang kini duduk di kelas 2 SMP itu mengaku sudah mahir melipat parasut sejak kelas 1 SD. Keterampilan tersebut dipelajarinya secara autodidak. Ia mengaku kerap mengamati penerbang dan seniornya di lapangan.

“Uangnya dikumpulkan buat tambahan saku sekolah,” ujarnya. Menurut Gibran, imbalan tidak memiliki tarif khusus. Bergantung pada pemberian penerbang. Saat penerbangan ramai, pendapatannya bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu sehari.

Nominal fantasti bagi Gibran itu sering didapatkan saat akhir pekan atau libur panjang. Sebaliknya, ketika cuaca buruk atau kunjungan wisatawan sepi, penghasilan mereka ikut turun. Saat kondisi itu, uang yang dibawa pulang hanya sekitar Rp 30 ribu saja sehari.

Baca Juga: Kenapa Falcon Pictures Pilih UB sebagai Lokasi Syuting 3726 MDPL, Ini Alasannya - Radar Batu

Aktivitas melipat parasut juga memiliki pembagian giliran. Agil, salah satu anak pelipat parasut lainnya mengatakan urutan kerja ditentukan berdasarkan waktu kedatangan anak-anak di lokasi. Koordinator mencatat giliran agar pembagian kesempatan tetap merata.

“Urutan berdasar kedatangan di lapangan,” katanya. Jumlah anak yang membantu melipat juga menyesuaikan kondisi. Satu parasut sebenarnya dapat dikerjakan seorang anak. Namun, ketika penerbangan sedang padat, anak-anak lain ikut membantu agar proses pelipatan lebih cepat.

Editor : Fajar Andre Setiawan
parasut Paralayang Gunung Banyak Lipat Parasut Anak Songgokerto Wisata Paralayang