Thrift Ramaikan CFD Mbatu Sae

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB
WARNA BARU: Pengunjung melihat-lihat thrift di Car Free Day (CFD) Mbatu Sae kemarin (9/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
WARNA BARU: Pengunjung melihat-lihat thrift di Car Free Day (CFD) Mbatu Sae kemarin (9/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU – Lapak pakaian bekas atau thrift mulai menjadi pilihan belanja di Car Free Day (CFD) Mbatu Sae, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu. Kemarin (9/8), sedikitnya tiga lapak thrift ikut meramaikan CFD. Harga yang ditawarkan mulai Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu untuk tiga kaos.

Kehadiran lapak tersebut menambah variasi dagangan di kawasan Stadion Gelora Brantas. Selama ini kawasan CFD Mbatu Sae didominasi dagangan kuliner dan kerajinan. Harga yang murah menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang datang untuk berolahraga atau sekadar berjalan-jalan.

Salah satu penjual, Amelia Dwi Laraswati mengatakan baru pertama kali membuka lapak thrift di CFD Mbatu Sae. Sebelumnya, dia berjualan di CFD Jalan Ijen, Kota Malang. “Kami membuka thrifting sekitar lima tahun lalu. Tetapi buka lapak di CFD baru hari ini (kemarin),” ujarnya.

Baca Juga: 5 Event Fun Run dan Olahraga Komunitas Malang Raya Sepanjang Agustus 2026 - Radar Batu

Alasan kepindahannya yakni lantaran jarak rumah yang lebih dekat dengan CFD Mbatu Sae. Pada hari pertama, Amelia membawa hampir 100 pakaian untuk ditawarkan kepada pengunjung.

Beragam pakaian dijual dengan harga terjangkau. Kaos ditawarkan Rp 100 ribu untuk tiga buah, kemeja berbagai motif Rp 5 ribu, serta celana bulu Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

Menurut Amelia, peminat pakaian thrift masih cukup tinggi. Dalam sekitar satu jam pertama berjualan, sudah ada sejumlah pengunjung yang membeli dagangannya. Produk dengan harga Rp 5 ribu dan celana bulu menjadi yang paling banyak diminati.

Baca Juga: Bupati Malang Tegaskan Sekolah Harus Bebas Bullying dan Pelecehan Seksual - Radar Batu

“Dari semua produk, yang paling laris itu pakaian Rp 5 ribuan dan celana bulu,” kata dia.

Sementara itu, salah satu pembeli, Fitri Nuraini mengaku awalnya datang ke CFD untuk berolahraga dan mencari sarapan. Namun, keberadaan lapak thrift membuatnya tertarik berhenti.

Baca Juga: Kemarau Panjang Ancam Air Pertanian, BPBD Jalin Koordinasi Intensif Hadapi Ancaman Karhutla Skala Besar - Radar Batu

“Saya tergiur dengan harganya yang sangat terjangkau. Jadi saya memutuskan beli satu pakaian,” ujar perempuan 35 tahun tersebut.

Fitri menilai kualitas pakaian yang dibelinya cukup baik dan sebanding dengan harga yang ditawarkan. Kehadiran lapak thrift pun menjadi alternatif bagi pengunjung CFD yang ingin berbelanja tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
UMKM Kota Batu CFD Mbatu Sae Thrifting thrift pakaian bekas