CFD Mbatu Sae Kota Batu Jadi Inkubator Bisnis UMKM

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:00 WIB
RAMAI PENGUNJUNG: Salah satu lapak baru CFD Mbatu Sae melayani pembeli kemarin pagi (2/8). Promosi produk juga dilakukan melalui platform digital. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
RAMAI PENGUNJUNG: Salah satu lapak baru CFD Mbatu Sae melayani pembeli kemarin pagi (2/8). Promosi produk juga dilakukan melalui platform digital. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Car Free Day (CFD) Mbatu Sae di kawasan Stadion Gelora Brantas tak lagi sekadar menjadi ruang olahraga dan rekreasi warga. Kegiatan mingguan tersebut kini juga menjadi wadah promosi. Selain itu, sekaligus menjadi inkubator bisnis bagi pelaku UMKM lokal. Terutama bagi mereka yang tengah merintis dan baru saja mengembangkan usahanya.

Lapak gratis yang disediakan Pemkot Batu melalui Diskumperindag menjadi daya tarik utama. Kebijakan tanpa retribusi itu dinilai mampu memangkas biaya operasional awal. Hal itu dinilai bisa membuat pelaku usaha bisa lebih fokus mengenalkan produk kepada masyarakat.

Pemilik lapak Tjuan Crab Geraldo Kevin Firmanta mengaku terbantu dengan adanya fasilitas tersebut. Menurutnya, CFD menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus menguji respons konsumen terhadap produk yang dijual. “Begitu tahu lapaknya gratis, kami langsung mengambil peluang untuk berjualan di sini,” ujarnya.

Baca Juga: Rp 4 M untuk 135 RTLH Kota Batu Diprioritaskan bagi Lansia dan Disabilitas - Radar Batu

Selain bebas biaya, proses pendaftaran juga dinilai sederhana. Pedagang cukup melampirkan KTP Kota Batu dan mengisi formulir. Kemudian, pedagang dapat memilih titik lokasi lapak yang masih tersedia. “Syaratnya hanya KTP Kota Batu dan mengisi formulir pendaftaran,” tambahnya.

Penataan lokasi yang dilakukan pengelola juga memberi kenyamanan bagi pedagang. Seluruh lapak telah diberi nomor. Langkah itu membuat lapak lebih tertata dan memudahkan pembeli menemukan lokasi pedagang langganannya.

Baca Juga: Dishub Ungkap Modus Jukir Nakal di Kota Batu, Pakai Karcis Lama hingga Mabuk Saat Bertugas - Radar Batu

Manfaat tersebut turut dirasakan Umi Maghfiroh, penjual sate tahu yang kini memiliki lokasi berjualan tetap setiap akhir pekan. Ia mengaku tidak lagi harus berebut tempat dengan pedagang lain seperti sebelumnya.

“Enaknya jualan di CFD tidak perlu rebutan tempat karena semua lapak sudah dinomori. Pelanggan juga lebih mudah menemukan saya, apalagi jualannya gratis,” katanya. Keberadaan CFD Mbatu Sae pun diharapkan terus menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan memperkuat pertumbuhan UMKM lokal.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Pelaku UMKM umkm CFD Mbatu Sae cfd car free day