Koperasi Coosae Kota Batu Kembangkan Aplikasi AI Rantai Pasok

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:00 WIB
Tangkapan layar aplikasi Coosae.
Tangkapan layar aplikasi Coosae.

 

BATU, RADAR BATU - Koperasi Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (Coosae) Kota Batu menggandeng Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk memperkuat rantai pasok hortikultura. Teknologi yang dikembangkan selama enam bulan terakhir itu mulai diterapkan kepada 78 petani dan peternak anggota koperasi sejak akhir Juni lalu.

Tujuan pengembangan aplikasi AI itu untuk mencatat kapasitas produksi, memantau harga pasar, hingga mempertemukan petani dengan pembeli secara lebih efisien. Ketua Koperasi Coosae Rakhmad Hardiyanto mengatakan aplikasi dirancang untuk memotong rantai distribusi. Dengan begitu, hasil panen dapat terserap langsung oleh pasar modern.

BACA JUGA: Liburan Hemat dan Edukatif, Ini Dua Wisata Ramah Keluarga di Surabaya

“Sistem ini membantu kami mencari pasar lebih dulu sehingga kebutuhan bisa dipetakan dan pasokan petani lebih terjamin. Saat ini kami rutin memasok kentang sekitar 500 kilogram ke Superindo,” ujarnya. Teknologi AI juga dimanfaatkan untuk menghitung potensi produksi, menentukan harga pokok secara lebih akurat, dan menjaga stabilitas harga.

Perubahan harga dirancang lebih terkendali agar tidak berfluktuasi tajam dalam waktu singkat. “Kami mengatur perubahan harga secara rasional, minimal dua minggu sekali. Fokus pasar kami adalah modern market seperti Superindo, dan saat ini juga menjajaki kerja sama dengan Lotte,” katanya.

BACA JUGA: Paguyuban Dorong Penataan Pasar Laron Alun-Alun

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi, Koperasi Coosae akan menggelar bimbingan teknis pada Agustus mendatang. Pelatihan tersebut menyasar pengurus koperasi dan petani, terutama petani muda.

Harapannya mereka nantinya mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan usaha tani. “Efektivitas sistem akan kami evaluasi bertahap dan hasilnya diperkirakan mulai terlihat pada akhir tahun,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Hendry Suseno mengaku mendukung pengembangan tersebut melalui pendampingan kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang bermitra dengan Coosae.

BACA JUGA: Jalan Hasanudin Dibeton Sepanjang 120 Meter

Pembinaan difokuskan di Kecamatan Bumiaji dengan penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Tujuannya agar kualitas produk memenuhi standar pasar modern.

Hasil pendampingan itu bahkan telah mengantarkan petani mitra memperoleh sertifikasi GAP dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. “Harapannya, kemitraan ini mampu menciptakan kepastian pasar, mendorong smart farming, dan meningkatkan nilai tukar petani,” pungkasnya. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
Coosae aplikasi AI universitas brawijaya kota batu