Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Omzet Pedagang Sepatu dan Tas Naik hingga 5 Kali Lipat

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:53 WIB
Illustrasi Pedagang Sepatu (Freepik)
Illustrasi Pedagang Sepatu (Freepik)

BATU, RADAR BATU - Tahun ajaran baru membawa berkah bagi pedagang sepatu dan tas di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Omzet mereka melonjak hingga 5 kali lipat dibandingkan hari biasa. Ratarata omzet pada hari biasa antara Rp 1-1,5 juta per hari. Namun, dalam 3 hari terakhir ini, mereka bisa meraup omzet hingga Rp 5 juta per hari.

Keramaian terlihat merata di blok perlengkapan sekolah. Setelah menyelesaikan daftar ulang di sekolah, para orang tua memadati pasar untuk melengkapi kebutuhan anak. Rata-rata mereka menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 ribu. Salah seorang pedagang sepatu, Imam Sahroji mengaku omzet tokonya menyentuh Rp 2,5 juta per hari.

“Alhamdulillah, tahun ini ramai sekali,” ujarnya. Menurut Imam, capaian tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya berkisar Rp 1,8 juta per hari. Meski belum menyamai masa sebelum pandemi yang sempat mencapai Rp 5 juta per hari, tren tahun ini dinilai menunjukkan pemulihan daya beli masyarakat.

Baca Juga: 90% Pedagang Pasar Induk Sudah Pakai QRIS

Sepatu untuk siswa mulai TK hingga SMA, menjadi produk yang paling banyak dicari. Ia juga menilai keberadaan Bus Trans Jatim ikut membantu meningkatkan jumlah pengunjung pasar. “Saat Bus Trans mulai beroperasi penjualan kami naik sekitar 20 persen. Kalau nanti musim masuk sekolah selesai, kami biasanya mengandalkan pembeli dari sektor wisata,” katanya.

Lonjakan serupa dirasakan Siti Masita, pemilik Toko Bu Ita yang menjual tas, sepatu, dan sandal. Selama masa libur hingga menjelang masuk sekolah, omzet tokonya mencapai sekitar Rp 5 juta per hari. Padahal pada hari biasa, pendapatannya hanya berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per hari, atau sekitar Rp 2 juta saat akhir pekan.

Baca Juga: Omzet Pedagang Seragam di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Kian Jomplang

“Mulai awal liburan omzet stabil di angka Rp 5 juta per hari. Memang sempat turun menjadi Rp 3-4 juta pada Kamis (9/7) lalu, tetapi secara keseluruhan tetap ramai,” ujarnya. Ia mengatakan pelanggan tokonya berasal dari berbagai daerah, seperti Dau, Pujon, Punten, hingga Jurangkuali. Tas dan sepatu masih menjadi produk dengan permintaan tertinggi.

Meski penjualan meningkat, para pedagang juga menghadapi tantangan baru. Penataan Pasar Induk Among Tani kini menerapkan sistem zonasi berdasarkan jenis komoditas. Menurut Siti, sistem tersebut membuat persaingan antarpedagang semakin ketat. Sebab, pembeli dapat membandingkan produk di satu lokasi yang sama. (kr2/dre)

Editor : A. Nugroho
pedagang sepatu dan tas melonjak kota batu Pasar Induk Among Tani