JUNREJO, RADAR BATU - Aset bekas kantor desa di Jalan Ir Soekarno akan dioptimalkan Pemerintah Desa (Pemdes) Beji menjadi Mal UMKM. Sentra oleh-oleh terpadu tersebut difokuskan sebagai etalase produk olahan tempe. Produk itu selama ini menjadi komoditas unggulan yang menjadi identitas Desa Beji.
Kepala Desa Beji Deny Cahyono mengatakan, rencana itu menyusul pemindahan operasional kantor desa ke Jalan Sawahan sejak 8 Juni lalu. Menurutnya, kantor lama memiliki lahan yang relatif sempit. Luasnya hanya sekitar 700 meter persegi. Kondisi itu kerap memicu kemacetan saat berlangsung rapat atau kegiatan desa.
“Daripada kosong, aset ini akan kami manfaatkan untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui Mal UMKM,” ujarnya. Mal UMKM nantinya bakal dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan menjadi pusat pemasaran berbagai produk olahan tempe. Selama ini Desa Beji dikenal sebagai Kampung Tempe.
Baca Juga: UMKM CFD Mbatu Sae Kota Batu Genjot Promosi lewat Medos
Selain itu, Desa Beji juga berhasil menjadi destinasi wisata edukasi pembuatan tempe di Kota Batu. Deny menjelaskan, produk yang dipasarkan tidak hanya keripik tempe. Namun, juga beragam olahan hasil kreativitas warga dan PKK. Di antaranya pia tempe, stik tempe, hingga brownies tempe.
Bangunan eks kantor desa tidak akan dirombak secara menyeluruh. Pemdes hanya melakukan renovasi ringan untuk menyesuaikan fungsi bangunan sebagai pusat promosi UMKM. Pagar depan akan dibongkar agar akses kendaraan lebih mudah. Sedangkan ruang pelayanan akan diubah menjadi area display produk.
Baca Juga: Relokasi Pedagang Simpang Patih Batu Masih Buntu, 15 Pelaku UMKM Terpaksa Berhenti Berjualan
Sementara itu, pendopo lama tetap dipertahankan dan akan difungsikan sebagai galeri Batik Tempe Beji (Bateji). Batik tersebut merupakan salah satu produk kerajinan khas desa. Deny menambahkan, biaya renovasi bersumber dari APBDes. Saat ini pemerintah desa tengah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Rencana anggaran itu menjadi dasar penganggaran yang ditargetkan masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun depan. Dengan begitu, Mal UMKM diharapkan segera terealisasi dan menjadi pusat promosi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Desa Beji. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho