Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

90% Pedagang Pasar Induk Sudah Pakai QRIS

Fajar Andre Setiawan • Senin, 13 Juli 2026 | 10:06 WIB
MELAYANI QRIS: Beberapa kru salah satu kios kuliner di Pasar Induk Among Tani Kota Batu tampak sibuk menyiapkan pesanan pelanggan beberapa hari lalu. Kios tersebut sudah dilengkapi layanan pembayaran berbasis QRIS.
MELAYANI QRIS: Beberapa kru salah satu kios kuliner di Pasar Induk Among Tani Kota Batu tampak sibuk menyiapkan pesanan pelanggan beberapa hari lalu. Kios tersebut sudah dilengkapi layanan pembayaran berbasis QRIS.

BATU, RADAR BATU - Penggunaan pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Induk Among Tani Kota Batu terus meningkat. Jumlah tenant yang telah menggunakan QRIS mencapai sekitar 90 persen. Bahkan, di zona kuliner lantai 3, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) memastikan semua lapak telah menyediakan QRIS.

Kepala Diskumperindag Kota Batu Dian Fachroni mengatakan digitalisasi transaksi merupakan perkembangan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS di kalangan pedagang.

Selain itu, Dian juga akan memberikan edukasi kepada pedagang mengenai tata cara verifikasi transaksi. “Kami terus melakukan edukasi kepada pedagang agar semakin memahami penggunaan QRIS sekaligus mengantisipasi potensi penipuan,” ungkapnya.

Pemilik Kedai Aneka Jus Buah Rini Marlina mengaku telah menggunakan QRIS selama dua tahun terakhir. Menurutnya, sekitar 70 persen pelanggannya kini memilih pembayaran digital. “Mayoritas yang menggunakan QRIS adalah anak-anak muda. Lebih praktis karena tidak perlu menyiapkan uang pas atau kembalian,” ujarnya.

Baca Juga: Transaksi QRIS di Kota Batu Meroket Tembus Rp 287 Miliar

Selain mempercepat transaksi, Rini menilai pembayaran digital juga lebih aman. Sebab, bisa mengurangi risiko kehilangan uang tunai. Kendati demikian, ia mengaku harus lebih disiplin mengecek mutasi rekening. Tujuannya agar tidak ada transaksi yang terlewat.

“Kadang saya lupa mengecek dana yang masuk. Tapi alhamdulillah selama ini belum pernah ada pembeli yang menipu,” katanya.

Baca Juga: 56.164 Pelaku Usaha di Kota Batu Sudah Pakai QRIS

Berbeda dengan Kedai Aneka Jus Buah, penggunaan QRIS di Kedai Kleponku masih berimbang dengan pembayaran tunai. Rima Setia Utami, salah satu kru kedai mengatakan komposisi transaksi saat ini sekitar 50:50. Pengguna QRIS pun berasal dari berbagai kalangan, mulai anak muda hingga ibu rumah tangga.

Namun, ia mengaku masih menghadapi kendala dalam proses verifikasi pembayaran. Pasalnya, notifikasi transaksi masuk ke telepon genggam pemilik usaha. Hal itu membuat karyawan tidak dapat memastikan pembayaran telah diterima secara langsung.

“Kami yang berjaga kadang tidak bisa memastikan uangnya sudah masuk atau belum. Owner juga sempat menyampaikan ada selisih penjualan, sehingga diduga ada pembeli yang menggunakan bukti transfer palsu,” ungkapnya. (kr2/dre)

Editor : A. Nugroho
#qris #Diskumperindag #kota batu #Pasar Induk Among Tani