Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Omzet Pedagang Seragam di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Kian Jomplang

Fajar Andre Setiawan • Senin, 6 Juli 2026 | 20:00 WIB
BERBURU SERAGAM SEKOLAH:  Salah seroang pembeli tampak memastikan ukiran seragam yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan.
BERBURU SERAGAM SEKOLAH: Salah seroang pembeli tampak memastikan ukiran seragam yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan.

 

BATU, RADAR BATU - Musim tahun ajaran baru belum membawa berkah merata bagi pedagang seragam sekolah di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Sebagian kios mampu membukukan omzet hingga Rp 3 juta per hari. Sementara pedagang lain justru mengaku kehilangan sekitar 50 persen pendapatan akibat sepinya pembeli.

Hadi Abdullah, pemilik Toko Bang Hadi di Pasar Induk Among Tani mengaku permintaan seragam sekolah masih cukup tinggi. Menurutnya, banyak orang tua memilih membeli seragam jadi dibanding menjahit sendiri. Sebab, biaya jasa penjahit kini mencapai sekitar Rp 70 ribu per potong.

“Kalau hari biasa di luar musim sekolah, paling omzetnya hanya sekitar Rp 1 juta. Sekarang bisa mencapai Rp 3 juta,” ujarnya. Menjelang lima hari masuk sekolah biasanya, masih kata Hadi, omzetnya bisa tembus Rp 5 juta lebih.

BACA JUGA: Meksiko vs Inggris: Duel Pertahanan Tanpa Cela Melawan Top Skor Piala Dunia

Hadi menilai kestabilan usahanya ditopang pelanggan tetap yang tidak hanya berasal dari Kota Batu. Namun, juga Karangploso, Dinoyo, Banjartengah, hingga Ngantang. Menurutnya, pelayanan dan kualitas produk menjadi kunci mempertahankan pelanggan. “Yang penting jaga omongan, layani pembeli dengan baik, dan jaga kualitas,” katanya.

Berbeda dengan Hadi, pedagang lain justru merasakan penurunan penjualan. Hanif Ahmad mengungkapkan, omzet tokonya merosot hingga 50 persen dibanding beberapa tahun lalu.

Menurut Hanif, pola kunjungan masyarakat ke Pasar Induk Among Tani kini berubah. Keramaian lebih banyak terkonsentrasi di area kuliner serta lapak sayur dan sembako.

BACA JUGA: TPA Jatiwaringin 8 Hari Terbakar, Wamen LH Mengimbau Kepala Daerah se-Indonesia soal El Nino

“Dulu Jumat, Sabtu, dan Minggu pasti ramai. Sekarang sudah tidak bisa diprediksi lagi,” ujarnya. Akibat kondisi tersebut, penjualan seragam sering kali jauh dari harapan. Bahkan, dalam sehari tokonya terkadang tidak mencatat transaksi sama sekali. “Kalau bisa jual lima potong saja sudah Alhamdulillah. Dulu kami berani stok sampai 10 ukuran untuk setiap nomor, sekarang lebih hati-hati,” tandasnya. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#pedagang seragam #pasar induk kota batu