Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disdik Kota Batu Pastikan MPLS Bebas Perpeloncoan

R
HARI PERTAMA: Beberapa siswa mengikuti kegiatan MPLS di SMP Negeri 1 Batu tahun lalu.
HARI PERTAMA: Beberapa siswa mengikuti kegiatan MPLS di SMP Negeri 1 Batu tahun lalu.

Advertisement

 

BATU - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026/2027 di Kota Batu bakal diperketat. Seluruh sekolah diminta memastikan kegiatan orientasi siswa baru pada 13-17 Juli mendatang berlangsung tanpa perpeloncoan dan tugas-tugas yang membebani peserta didik. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan, seluruh satuan pendidikan wajib menghilangkan praktik senioritas yang berpotensi mempermalukan atau mengintimidasi siswa baru. Penggunaan atribut aneh, penugasan yang tidak relevan, dan kegiatan yang membebani orang tua juga dilarang.

“MPLS di Kota Batu harus bebas dari perpeloncoan. Formatnya wajib edukatif dan menyenangkan,” tegas Alfi. Untuk memastikan aturan tersebut berjalan, Disdik meminta kepala sekolah dan guru memegang kendali penuh selama pelaksanaan MPLS. Sementara itu, pengurus OSIS hanya berperan sebagai pendamping dan mentor bagi siswa baru.

Sebagai pengganti pola orientasi lama, seluruh sekolah diwajibkan menerapkan konsep Santun, Aktif, dan Edukatif (SAE). Materi MPLS diarahkan pada pembentukan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, penguatan literasi digital, serta pencegahan perundungan, termasuk cyberbullying.

Disdik juga mendorong sekolah mengintegrasikan kearifan lokal dalam rangkaian kegiatan. Siswa baru akan dikenalkan budaya menjaga lingkungan. Di antaranya melalui praktik pemilahan sampah hingga proyek sederhana. Proyek itu pun akan memanfaatkan potensi lokal. Misalnya, di bidang pertanian dan pariwisata.

Menurut Alfi, pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter. Di sisi lain juga sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, Alfi mengimbau para ayah untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Kehadiran ayah dinilai dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu proses adaptasi siswa di lingkungan baru. “Figur ayah di hari pertama menjadi benteng psikologis agar anak merasa terlindungi sekaligus memastikan proses transisi sekolah berjalan lancar,” pungkas mantan Kepala Dinas PUPR Kota Batu tersebut. (ori/dre)

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

Persaingan PTN Ketat, Bimbel di Kota Batu Kebanjiran Peserta Didik Baru

Persaingan PTN Ketat, Bimbel di Kota Batu Kebanjiran Peserta Didik Baru

Jadwal TKA maju Oktober, pendaftaran bimbel di Batu melonjak. GO dan Neutron catat 439 siswa baru demi persiapan lulus seleksi PTN.

Sedot Rp 110 Juta demi Rombak Sistem Digital SPMB Kota Batu

Sedot Rp 110 Juta demi Rombak Sistem Digital SPMB Kota Batu

Disdik Batu kucurkan Rp110 juta untuk perkuat server dan sistem SPMB baru demi integrasikan data TKA serta dirikan posko pengaduan berlapis.

Legal BUMD SI Summit 2026 Perkuat Kompetensi Praktisi Hukum dan Tata Kelola BUMD

Legal BUMD SI Summit 2026 Perkuat Kompetensi Praktisi Hukum dan Tata Kelola BUMD

Forum Legal Badan Usaha Milik Daerah Seluruh Indonesia (BUMD SI) menggelar Legal BUMD SI Summit 2026 di Discovery Ancol, Jakarta Utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer