BATU, RADAR BATU - Penjualan buku di sejumlah toko alat tulis kantor (ATK) di kawasan Sisir, Kota Batu, melonjak tajam menjelang tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang. Peningkatan aktivitas belanja ini mulai terasa sejak dua pekan terakhir. Volume pembelian naik hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Para pedagang mencatat omzet per hari kini menyentuh Rp 3 juta dan diprediksi terus merangkak naik hingga Rp 5 juta saat mendekati hari masuk sekolah.
Geliat penjualan yang tinggi salah satunya terpantau di Toko Esa ATK, Jalan Arjuno. Toko ini mencatat pergerakan cepat pada variasi produk buku mulai dari jenis kuarto, kotak, hingga boksi. Guna memastikan permintaan pasar terpenuhi, pihak toko menyiagakan 50 pak buku pajangan dan empat karton cadangan. Satu pak berisi 10 buku dibanderol bervariasi mulai Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu.
BACA JUGA: Mudah Terkecoh Informasi Palsu? Ini Cara Efektif Melatih Berpikir Kritis Menurut Riset
Pengelola toko sengaja tidak menaikkan harga jual demi meringankan beban orang tua murid. Kebijakan mempertahankan harga normal ini terbukti efektif menjaga arus kedatangan konsumen. “Omzet per hari ini sudah mencapai Rp 3 juta. Kami pastikan harga buku dan ATK di sini tetap stabil tanpa ada kenaikan meski permintaan sedang tinggi,” kata Karyawan Esa ATK Muhammad Haidar.
Lonjakan serupa dirasakan Toko Nina ATK di Jalan Diran yang telah menyetok pasokan berskala besar hingga 25 karton. Hanya dalam kurun dua minggu, toko ini telah berhasil menjual sebanyak delapan karton buku. Menariknya, strategi penjualan yang dilakukan tidak hanya mengandalkan pasar fisik. Pengelola toko kini merambah lapak digital demi menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.
BACA JUGA: Belgia vs Senegal: Duel Dua Tim yang Terlambat Panas di Piala Dunia 2026
“Dari total delapan karton yang habis, tujuh di antaranya terjual secara offline di toko. Sedangkan satu karton sisanya berhasil kami lepas melalui penjualan online,” terang Karyawan Nina ATK Rani Harianti. Tingginya penjualan di Toko Nina turut ditopang strategi promo yang gencar. Harga buku isi 32 lembar dipangkas dari Rp 35 ribu menjadi Rp 27.500 per pak. Sementara buku isi 58 lembar didiskon menjadi Rp 42 ribu.
Rani menambahkan, pola belanja konsumen juga mengalami pergeseran jelang tahun ajaran baru. Jika pada hari biasa masyarakat lebih sering membeli eceran seharga Rp 4 ribu per buku, kini mayoritas langsung memborong dalam partai besar atau pak-pakan. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan