Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Omzet Anjlok Drastis, Begini Strategi Penjual Daging Sapi di Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 21 Juni 2026 | 12:46 WIB
LESU: Penjual daging, Umi Latifah di lapaknya di Pasar Among Tani Batu beberapa hari lalu. Foto: RAMIZARD RAFSANJANI/RADAR BATU
LESU: Penjual daging, Umi Latifah di lapaknya di Pasar Among Tani Batu beberapa hari lalu. Foto: RAMIZARD RAFSANJANI/RADAR BATU

KOTA BATU, RADAR BATU - Penurunan daya beli masyarakat memukul sektor pangan segar Kota Batu. Omzet pedagang daging sapi anjlok drastis menyentuh angka 20 hingga 50 persen. Harga komoditas ini kini stagnan di kisaran Rp 130-140 ribu per kilogram dalam tiga bulan terakhir.

Pergerakan pasar lesu ini dirasakan Umi Latifah Amalia. Pedagang daging sapi di Pasar Induk Among Tani ini menyebut harga daging standar bertahan di angka Rp 130-135 ribu per kilogram. Ia membatasi stok harian maksimal satu kuintal. Tujuannya untuk menjaga perputaran modal di tengah merosotnya pembeli hingga 20 persen.

“Pasca-Lebaran Idul Fitri harga sempat melonjak sampai Rp 150 ribu per kilogram. Setelah itu berangsur turun dan stabil di harga sekarang selama tiga bulan terakhir,” ungkap Umi.

Beruntung, permintaan sedikit naik selepas Idul Adha seiring maraknya hajatan warga.

Menyiasati pasar sepi, Umi mengandalkan penjualan produk sampingan murah. Kikil dipatok Rp 90 ribu, paru Rp 80 ribu, dan babat Rp 75 ribu per kilogram. Namun, ia menyebut konsumen tetap lebih meminati daging sapi murni.

Penurunan pendapatan lebih parah dialami Saiful, pengelola lapak daging H. Sanik. Ia mencatat kemerosotan omzet sangat tajam menyentuh 50 persen. Menyiasatinya, Saiful membagi harga berdasarkan kualitas potongan. Daging paha dibanderol Rp 140 ribu, sementara leher Rp 130 ribu per kilogram.

“Ekonomi saat ini memang sedang tidak stabil efek kurs dolar dan harga BBM naik. Kondisi ini memaksa masyarakat memutar otak mencari alternatif lauk lain,” jelas Saiful.

Berbeda dengan Umi, Saiful menyebut daging murni maupun jeroan kini sama-sama diburu konsumen di lapaknya. Pembeli sekadar menyiasati dan menyesuaikan varian daging dengan ketebalan dompet harian mereka. (kr2/dre)

Editor : A. Nugroho
#penjual #pasar #harga #kota batu #daging sapi