BATU, RADAR BATU - Pengembangan paket wisata terintegrasi berbasis transportasi kereta api dinilai dapat menjadi solusi baru bagi sektor pariwisata Kota Batu.
Selain menarik wisatawan domestik, konsep tersebut juga diyakini mampu membantu mengurangi kepadatan lalu lintas menuju kawasan wisata.
BACA JUGA: Tak Penuhi Standar IPAL, 3 SPPG di Kota Batu Sempat Kena Suspend
Pengamat Ekonomi Pariwisata Politeknik Negeri Malang (Polinema), Aang Afandi, mengusulkan kolaborasi antara pelaku industri pariwisata dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui penyusunan paket perjalanan yang menggabungkan moda transportasi, akomodasi, dan destinasi wisata.
Menurutnya, jaringan rel kereta api yang luas di Jawa Timur menjadi potensi besar untuk mendukung mobilitas wisatawan dengan biaya yang lebih efisien.
“Paket all-in yang mencakup transportasi, hotel, hingga restoran sangat menjanjikan. Nantinya bisa dilengkapi layanan shuttle dari stasiun menuju destinasi wisata di Kota Batu,” jelasnya.
BACA JUGA: Harga Suku Cadang Impor di Kota Batu Meroket 50 Persen
Ia menilai konsep tersebut bukan hanya strategi pemasaran, tetapi juga dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi saat musim liburan.
Usulan itu mendapat respons positif dari pelaku industri. Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi menyebut kolaborasi berbentuk paket bundling lintas layanan sudah mulai berjalan, salah satunya melalui Tourism Service Center milik Jawa Timur Park Group.
Melalui layanan tersebut, wisatawan dapat memperoleh paket perjalanan yang menggabungkan destinasi wisata, penginapan, dan layanan pendukung lainnya dengan pilihan harga yang lebih fleksibel.
BACA JUGA: Tak Penuhi Standar IPAL, Tiga SPPG Sempat Kena Suspend
“Kolaborasi berbasis transportasi ini menjadi salah satu kunci memenangkan pasar ketika kondisi ekonomi sedang sulit. Jika seluruh pelaku bergerak bersama, pariwisata Kota Batu akan lebih kuat menghadapi tantangan,” ujar Sujud.
Sementara itu, Dinas Pariwisata Kota Batu juga terus mendorong sinergi antarpemangku kepentingan melalui promosi digital, penyelenggaraan event, dan penguatan kolaborasi antarsektor guna menjaga daya saing destinasi di tengah perlambatan daya beli masyarakat. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan