Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Harga Sayur-Mayur di Kota Batu Mulai Gila-gilaan

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:00 WIB

 

JUAL BELI: Salah seorang pedagang sayur-mayur dan kebutuhan dapur melayani konsumen beberapa hari lalu.
JUAL BELI: Salah seorang pedagang sayur-mayur dan kebutuhan dapur melayani konsumen beberapa hari lalu.

 

BATU - Minimnya pasokan akibat fluktuasi iklim memicu lonjakan harga sayur-mayur di Kota Batu hingga mencapai lima kali lipat dari batas normal. Di antaranya kembang kol yang normalnya di harga Rp 10 ribu kini naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Lonjakan juga terjadi pada komoditas dengan harga normal serupa seperti wortel, kentang, dan andewi.

Mujiati, salah seorang pedagang sayur dan buah di Pasar Induk Among Tani mengatakan harga wortel kini tembus Rp 20 ribu per kilogram. Sementara, harga kentang mencapai Rp 18 ribu per kilogram. Kenaikan paling liar terjadi pada komoditas andewi. Harganya meroket tajam menyentuh Rp 50 ribu per kilogram.

Baca Juga: Menggigil! Mengenal Fenomena Bediding di Balik Cuaca Dingin Ekstrem Malang Raya

Padahal harga normal keduanya rata-rata hanya sekitar Rp 10 ribu per kilogram, ujar Ibu Mujiati saat ditemui di lapaknya Senin lalu (8/6). Anomali justru terjadi pada sawi hijau atau sawi daging. Kualitas panen yang rusak akibat cuaca buruk membuat harga sayur ini terjun bebas menjadi Rp 5 ribu per kilogram.

Sulis Khoiriyyah, salah seorang konsumen di Pasar Induk Among Tani punya siasat khusus dalam menyikapi gejolak pasar. Dia menerapkan taktik berbelanja hanya sesuai kebutuhan. Sementara, untuk urusan lauk-pauk matang dirinya beralih ke warung makan. Meski begitu, ia tak menampik kekhawatirannya jika anomali ini berlangsung lama.

Baca Juga: Dua Rumah di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Dilahap Api, Kerugian Tembus Rp 700 Juta

Harapan saya tentu ke depannya harga sayuran dan bumbu-bumbu dapur bisa tetap stabil di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, imbuhnya. Kendati dibayangi ketidakpastian harga dan risiko pembusukan barang, roda perputaran ekonomi di Pasar Among Tani masih terus berdenyut. (kr2/dre)

 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kurs dollar #sayur mayur #harga naik #hortikultura #pertanian kota batu