Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sepi Pengunjung, Plaza Batu Masif Manfaatkan Platform Digital

Fajar Andre Setiawan • Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB
JUAL BELI: Pengunjung Plaza Batu saat memilih perlengkapan sepatu anak di salah satu gerai. Pusat perbelanjaan legendaris ini tengah memacu strategi pemasaran digital dan luring guna menggairahkan kembali angka kunjungan yang sempat merosot.
JUAL BELI: Pengunjung Plaza Batu saat memilih perlengkapan sepatu anak di salah satu gerai. Pusat perbelanjaan legendaris ini tengah memacu strategi pemasaran digital dan luring guna menggairahkan kembali angka kunjungan yang sempat merosot.

 

BATU, RADAR BATU - Pusat perbelanjaan legendaris Plaza Batu mencatat penurunan angka kunjungan secara signifikan sepanjang Mei ini. Penyebabnya, pergeseran prioritas pengeluaran rumah tangga yang berbenturan dengan perubahan perilaku belanja masyarakat. Alhasil, kini manajemen mulai masif merambah ke platform digital untuk memperluas pasar baik untuk promosi maupun distribusi, termasuk pemanfaatan fitur live streaming.

Hospitality and Retail Plaza Batu Sundari menilai penurunan kunjungan dan transaksi yang cukup tajam sejak awal bulan ini lantaran konsentrasi finansial masyarakat sedang mengarah untuk mendanai kebutuhan pendidikan anak. Kondisi tersebut diperparah inflasi harga pangan harian yang menguras daya beli konsumen.

BACA JUGA: Wisata Ramah Anak di Kota Batu yang Cocok untuk Liburan Keluarga

Selain faktor makroekonomi, manajemen juga menghadapi tantangan kultural berupa perubahan perilaku konsumen. Generasi Z kini lebih gemar menghabiskan waktu luang untuk nongkrong di kafe atau mendatangi tempat wisata. Jika membutuhkan pakaian, mereka cenderung memilih platform e-commerce.

Sebab, melalui kanal digital itu banyak promo, gratis ongkos kirim, serta adanya garansi pengembalian barang. Pola ini kontras dengan generasi milenial yang masih menyukai aktivitas belanja fisik. “Namun, mayoritas transaksi riil Plaza Batu masih digerakkan secara luring. Pelanggan setia masih memilih datang langsung untuk berbelanja,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tren Tote Bag di Kalangan Pelajar, Bagaimana Dampaknya?

Kendati begitu, taktik pemasaran hibrida mulai diterapkan secara agresif. Bahkan, Sundari mengaku beberapa kali menggunakan jasa konten kreator profesional untuk mengemas daya tarik mal secara lebih interaktif di media sosial. Ekspansi di dunia maya itu juga diimbangi dengan perbaikan visual gedung.

Dari ceruk pasar yang tersisa, sektor fesyen perlengkapan bayi dan anak-anak menjadi penyelamat omzet. Pasalnya, sektor tersebut memuncaki angka permintaan. Sebaliknya, lini pakaian dewasa justru berada di tren stagnan. Untuk memenuhi rantai pasok sandang, Plaza Batu merangkul produsen lokal guna membantu menaikkan kelas UMKM daerah. (Ramizard Rafsanjani/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#Plaza Batu #platform digital #bisnis