RADAR BATU – Beberapa waktu terakhir ini, masyarakat disibukkan dengan berita tentang kenaikan harga yang semakin menyulitkan perekonomian. Inflasi menjadi salah satu istilah yang sering disebut dalam pembahasan perihal kenaikan harga.
Akan tetapi, inflasi bukanlah istilah yang familiar dalam pembicaraan sehari-hari. Agar tidak salah dalam mengartikan istilah tersebut, berikut pembahasan sederhana terkait definisi dan dampak dari inflasi yang dapat Anda simak.
Baca Juga: Cuti Bersama Iduladha, Ini Rekomendasi Kuliner Sate Daging di Pujon
Penjelasan Sederhana Inflasi
Mengacu pada situs resmi Bank Indonesia, inflasi diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Kenaikan tersebut terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Inflasi terjadi ketika banyak barang yang mengalami kenaikan harga. Akan tetapi, kenaikan harga pada satu atau dua barang saja tetap bisa dikatakan inflasi jika berdampak pada kenaikan harga pada barang lainnya.
Untuk menghitung inflasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survey untuk mendata harga berbagai macam barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumsi masyarakat. Dari data tersebut, dapat diketahui tingkat inflasi melalui pembandingan harga-harga saat ini dengan sebelumnya. Indikator tersebut disebut dengan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Baca Juga: Sabana Garotan Sajikan Panorama Lima Gunung Sekaligus
Dampak Inflasi
Inflasi dapat memicu efek yang besar terhadap perekonomian suatu negara. Berikut dampak-dampaknya.
1. Daya Beli Berkurang
Saat inflasi terjadi, harga barang dan jasa akan naik, masyarakat pun akan memilih untuk berhemat. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dapat tersendat.
2. Ekonomi Semakin Sulit
Kenaikan harga-harga barang dan jasa dapat menyebabkan masyarakat menengah ke bawah semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Baca Juga: Menikmati Kopi Pagi dengan Udara Sejuk di Rest Area Tunggangan Cangar Batu
3. Suku Bunga Tinggi
Salah satu cara yang dapat dilakukan Bank Indonesia untuk mengatasi inflasi adalah meningkatkan suku bunga acuan. Kenaikan itu akan meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen. Dengan demikian, masyarakat akan lebih memilih menabung ke bank.
Hal itu akan menguntungkan ekonomi negara karena uang yang beredar di masyarakat berkurang, permintaan turun, dan harga perlahan dapat terkendali. Akan tetapi, pembelian untuk kebutuhan besar seperti properti dan kendaraan akan berkurang sehingga akan berdampak pada konsumsi belanja rumah tangga secara keseluruhan.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber