Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pasar Hewan Kurban Kota Batu Ambruk, Pedagang Siap Jual Rugi Usai Idul Adha

Rori Dinanda Bestari • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:00 WIB
PASTIKAN KESEHATAN: Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto meninjau langsung kondisi hewan kurban di lapak pedagang di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Selasa (19/5). Pemeriksaan ketat diberlakukan guna membentengi wilayah dari serbuan penyakit ternak menular.
PASTIKAN KESEHATAN: Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto meninjau langsung kondisi hewan kurban di lapak pedagang di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Selasa (19/5). Pemeriksaan ketat diberlakukan guna membentengi wilayah dari serbuan penyakit ternak menular.

 

BATU, RADAR BATU - Pasar hewan kurban di Kota Batu tahun ini mengalami penurunan drastis. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, lapak-lapak pedagang justru sepi pembeli meski stok kambing dan sapi melimpah. Kondisi itu membuat para pedagang dihantui ancaman kerugian besar hingga terpaksa bersiap menjual rugi selepas hari raya.

Kabul, pedagang hewan kurban di kawasan Jalan Sultan Agung, mengaku tahun ini menjadi periode terburuk selama dirinya berjualan kambing dan sapi kurban. Dari 200 ekor kambing Jawa yang ia siapkan, baru 25 ekor yang berhasil terjual hingga pertengahan Mei ini.

Padahal pada periode yang sama tahun lalu, penjualannya sudah menembus 150 ekor.

BACA JUGA: Wisata di Kota Batu yang Wajib Dikunjungi Saat Long Weekend

“Tahun ini merosot paling drastis, padahal harga yang dipatok masih terhitung rasional,” keluh Kabul. Harga kambing reguler di lapaknya dijual mulai Rp 2,5 juta per ekor. Sementara kambing ukuran jumbo dipasarkan hingga Rp 8 juta. Namun, harga itu tetap gagal mendongkrak minat pembeli.

Kelesuan juga terjadi di lapak miliknya di kawasan Jalan Wukir, Kelurahan Temas. Dari seluruh stok yang tersedia, baru tiga ekor kambing yang laku. Penjualan sapi di wilayah Bumiaji pun tak jauh berbeda. Dari 16 ekor sapi jenis Limusin dan Brahman dengan harga Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per ekor, baru enam ekor yang berhasil dipesan.

BACA JUGA: Dokter Sampaikan Kondisi Andrie Yunus, Sidang Tuntutan Penyiraman Air Keras Ditunda

Kondisi ini memperparah beban pedagang karena biaya operasional harian terus berjalan. Harga pakan ternak yang tinggi membuat pedagang harus mengeluarkan biaya tambahan setiap hari di tengah penjualan yang macet.

Jika situasi tak berubah hingga Idul Adha, Kabul mengaku siap melakukan aksi dumping dengan memangkas harga hingga Rp 500 ribu per ekor demi menghabiskan stok. “Kalau mendekati hari H masih sepi, ya terpaksa dijual rugi supaya modal bisa kembali,” ujarnya.

BACA JUGA: Serasa Liburan ke Jogja, Ini Tempat Makan Bernuansa Joglo yang Adem dan Instagramable di Kota Batu

Fenomena serupa dirasakan pedagang lain, Subhan. Ia memilih mengurangi jumlah stok tahun ini untuk menghindari risiko kerugian lebih besar. Dari 22 ekor kambing yang ia siapkan, baru lima ekor yang laku dalam sepekan terakhir.

“Tahun lalu seminggu buka minimal laku 10 sampai 15 ekor. Sekarang cari satu pembeli saja susah,” katanya. Lesunya pasar kurban ini memunculkan dugaan melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan ekonomi yang belum stabil. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#harga hewan ternak #hewan kurban #kota batu #peternak