BATU, RADAR BATU - Penyaluran minyak goreng subsidi kembali diperluas. Sebanyak 400 karton Minyakita didistribusikan kepada 43 pedagang di Pasar Induk Among Tani kemarin (29/4). Jumlah penerima meningkat dibanding periode sebelumnya yakni Februari lalu yang hanya 20 pedagang saja. Setiap pedagang menerima jatah rata-rata 9 karton.
Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Andry Yunanto menyebut peningkatan jumlah penerima dipicu bertambahnya pedagang yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Legalitas ini menjadi syarat utama untuk mengakses distribusi minyak subsidi.
Baca Juga: Sampah Pasar Induk Among Tani Kota Batu Bakal Jadi Biogas
Selama proses penyaluran, pengawasan dilakukan ketat. Pedagang wajib melapor sebelum pengambilan untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Selain itu, pedagang diminta mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET). “Kami tegaskan harga tidak boleh melebihi Rp15.700 per liter,” tambahnya.
Salah satu pedagang, Nanik Isbandiyah mengaku baru menjadi mitra dalam beberapa bulan terakhir. Ia mulai mengurus NIB sejak Februari hingga Maret sebelum akhirnya mendapat kuota. “Setelah urus NIB, baru bisa ikut distribusi sekitar Ramadan,” ujarnya.
Baca Juga: Sampah Pasar Induk Among Tani Kota Batu Bakal Jadi Biogas
Koordinasi antar pedagang dilakukan melalui grup WhatsApp. Informasi distribusi dan mekanisme pembayaran disampaikan secara daring. “Untuk hari ini pembayaran dilakukan via transfer,” katanya.
Ia menyebut jadwal distribusi tidak tetap bergantung pada pasokan. Penyaluran bisa dilakukan setiap satu hingga dua minggu dengan jumlah yang bervariasi. Perluasan distribusi ini menunjukkan upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan minyak subsidi di tingkat pasar. Namun, ketergantungan pada suplai pusat membuat ritme distribusi belum sepenuhnya stabil. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho