Sedikitnya tujuh titik kebocoran dilaporkan terjadi sejak awal April saat hujan turun. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas pedagang di pasar terbesar di Kota Batu tersebut.
Baca Juga: Kejari Kota Batu Periksa Enam Saksi Dugaan Korupsi Pasar Induk Among Tani
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Batu, Ferly Syahrudin, mengakui pembayaran proyek belum sepenuhnya dilakukan.
“Baru 90 persen yang dibayarkan. Sisanya menunggu masa pemeliharaan selesai,” ujarnya.
Masa pemeliharaan proyek masih berlangsung hingga Juli mendatang. Selama periode tersebut, penyedia wajib memperbaiki seluruh kerusakan yang muncul.
Namun, berulangnya kebocoran membuat kualitas pekerjaan dipertanyakan. Pemerintah pun terus menagih tanggung jawab penyedia untuk segera melakukan perbaikan.
Baca Juga: 6 Pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu Diperiksa, Peluang Saksi Baru Masih Terbuka
Selain itu, material sisa proyek juga menjadi sorotan. Tumpukan komponen seperti tutup u-ditch masih terlihat di sejumlah sudut pasar tanpa penanganan jelas.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pelaksanaan proyek sekaligus pengelolaan aset pascapengerjaan. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho