BATU - Perlambatan ekonomi Kota Batu tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor mulai dari lesunya sektor pariwisata hingga rendahnya serapan anggaran daerah menjadi pemicu utama.
Data Badan Pusat Statistik Kota Batu mencatat pertumbuhan ekonomi 2025 hanya berada di angka 4,85 persen, lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Timur.
Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo, menjelaskan triwulan ketiga menjadi titik terlemah dalam pergerakan ekonomi.
BACA JUGA Sering Memakan Korban, Ini Deretan Kecelakaan yang Pernah Terjadi di Jalur Klemuk Batu
Minimnya libur panjang membuat sektor wisata kehilangan momentum, sehingga berdampak langsung pada hotel, restoran, hingga UMKM.
Selain itu, sektor konstruksi juga melemah akibat penangguhan sejumlah proyek pembangunan sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah juga mengalami penurunan, sehingga memperlambat perputaran ekonomi lokal.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengakui kondisi tersebut. Ia menyoroti rendahnya serapan APBD yang masih berada di kisaran 86 persen.
“Eksekusi anggaran yang cepat dan tepat sasaran menjadi kunci untuk memompa ekonomi,” ujarnya.
Pemkot Batu kini mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat penyerapan anggaran guna menekan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA).
Meski demikian, sektor pariwisata disebut masih menjadi bantalan utama agar ekonomi tidak jatuh lebih dalam.
BACA JUGA Masuk Proyek Strategis Kota Batu, Apel Gratis Dapat Suntikan Rp2 Miliar
Ke depan, percepatan belanja daerah dan penguatan sektor unggulan diharapkan mampu mengembalikan laju pertumbuhan ekonomi Kota Batu.
Editor : Fajar Andre Setiawan