BATU - Upaya memperkuat layanan transportasi pelajar mulai diprioritaskan. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menetapkan program Angkutan Pelajar (Apel) Gratis sebagai Proyek Strategis Daerah tahun ini. Konsekuensinya, program tersebut dapat dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar.
BACA JUGA Longsor Rusak Atap Rumah Warga Sumberbrantas Kota Batu
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Batu Nomor 188.45/74/KEP/35.79.112/2026. Status baru ini menempatkan program apel gratis sebagai prioritas pembangunan dengan pengawasan lebih ketat. Dana Rp2 miliar tersebut digunakan untuk membiayai operasional layanan selama satu tahun.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Batu Hari Juni Susanto mengatakan anggaran difokuskan pada operasional armada yang sudah ada. “Tidak ada penambahan armada. Tetap 68 unit yang beroperasi,” ujarnya.
BACA JUGA Realisasi PBG-SLF di Kota Batu Masih Ditopang Pengajuan Tahun Lalu
Pengelolaan armada dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Pemerintah menyewa armada dari koperasi angkutan untuk memberdayakan sopir angkot. Skema kontrak bersifat menyeluruh. Seluruh biaya operasional sudah termasuk dalam nilai sewa. Biaya tersebut mencakup perawatan kendaraan, bahan bakar, hingga gaji pengemudi.
BACA JUGA Perusahaan di Kota Batu Wajib WFH 1 Hari per Minggu, Berlaku Sejak 6 April
“Sifatnya sudah inklusif. Semua operasional ditangani pihak ketiga melalui kontrak,” jelasnya. Dengan status sebagai proyek strategis, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas layanan. Program ini juga diharapkan menjadi model integrasi transportasi pelajar di Jawa Timur.
Editor : Fajar Andre Setiawan