MALANG – Larangan pemerintah terhadap impor baju bekas atau thrifting ternyata tidak mematikan kreativitas masyarakat untuk tetap tampil modis dengan budget terbatas. Tren jual beli baju preloved atau koleksi pribadi di media sosial kini semakin menjamur.
Fenomena ini menjadi oase baru bagi mereka yang ingin berburu baju Lebaran berkualitas tanpa menguras kantong.
Tidak hanya sekadar menjual, banyak warganet memanfaatkan platform digital untuk saling tukar koleksi. Baju Lebaran tahun lalu bisa menjadi modal untuk baju baru tahun ini.
Hanifia Erma, salah satu pelaku tren preloved, mengaku rutin memilah isi lemarinya untuk dipasarkan secara online.
“Banyak koleksi baju Lebaran tahun lalu yang kondisinya masih 90 persen, tapi hanya jadi pajangan di lemari. Dulu belinya mahal, tapi cuma dipakai saat salat Ied. Setelah itu jarang dipakai untuk kegiatan sehari-hari,” ujarnya.
Hanifia memilih melepas koleksinya dengan harga miring. Strategi ini terbukti ampuh. Hasil penjualan baju setengah pakai tersebut kemudian diputar kembali untuk membeli model baru di marketplace.
“Kondisinya masih bagus, yang beli senang, saya juga dapat modal untuk beli model baru,” tambah dia.
Fenomena serupa juga dirasakan Rena Dwita, seorang mahasiswi di Kota Malang. Menurutnya, mengunggah foto baju preloved ke media sosial kini jauh lebih efektif dibandingkan berburu baju di toko fisik. Rena bahkan kerap melakukan sistem barter dengan sesama pengguna media sosial yang membutuhkan.
“Caranya simpel, tinggal difoto, lalu buat kesepakatan. Kalau cocok dengan kondisinya, langsung bungkus,” ungkap dia.
Rena menilai, di tengah ketatnya aturan soal baju bekas impor, baju preloved lokal menjadi solusi paling masuk akal. Kualitasnya terjamin karena pemakaian pribadi, namun harganya tetap bersahabat untuk kantong pelajar.
Kini, media sosial tak hanya menjadi ajang pamer foto. Platform digital juga berubah menjadi pasar loak yang lebih tertata, personal, dan ramah bagi pembeli maupun penjual baju preloved.
Penulis: Rori Dinanda Bestari
Editor : Aditya Novrian