Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Masih Lesu, Investasi UMKM Baru Sumbang 0,5 Persen dari Total 2,2 Triliun.

A. Nugroho • Minggu, 7 Desember 2025 | 19:55 WIB
NAIK KELAS: Salah satu pelaku UMKM Kota Batu bersiap  melakukan ekspor ke luar negeri beberapa waktu lalu.
NAIK KELAS: Salah satu pelaku UMKM Kota Batu bersiap melakukan ekspor ke luar negeri beberapa waktu lalu.

BATU - Pertumbuhan investasi di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu digenjot lebih keras. Sebab, realisasinya hingga kini masih rendah. Dari total investasi yang tercatat tahun ini sebesar Rp2,2 triliun, kontribusi UMKM hanya 0,5 persen atau sekitar Rp11 miliar saja. Padahal capaian investasi Kota Batu tahun ini melesat signifikan.

 

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi Rp2,2 triliun itu sudah mencapai 67,94 persen di atas target year on year (yoy). Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menilai capaian sektor UMKM masih jauh dari potensi sebenarnya. Ia menargetkan kontribusi UMKM bisa naik menjadi 1 persen tahun depan.

 

“Sektor UMKM itu sangat potensial. Pertumbuhannya terus terjadi dan kontribusinya besar terhadap perekonomian daerah,” ujarnya. Apalagi UMKM memang menjadi tulang punggung Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batu dengan kontribusi mencapai Rp22,1 miliar per tahun atau sekitar 86,7 persen.

 

Sumbangannya tersebar di sektor perdagangan, jasa, pertanian, konstruksi, hingga akomodasi. Kepala DPMPTSP Dyah Lies Tina menegaskan rendahnya investasi UMKM tidak bisa digeneralisasi. Dari ribuan UMKM yang tercatat, hanya sebagian kecil yang memiliki skala modal cukup besar.

 

“Permodalan UMKM yang masuk hitungan investasi itu sekitar Rp500 juta. Mayoritas lainnya berada di bawah itu,” jelasnya. Selain faktor modal, pelaporan investasi pelaku UMKM juga masih rendah. Hal ini membuat data realisasi investasi sulit terdeteksi secara akurat.

 

“Kami terus melakukan sosialisasi agar pelaku UMKM tertib melaporkan investasinya, termasuk memberikan penghargaan bagi yang patuh,” kata Dyah. Pihaknya berharap perbaikan tata kelola pelaporan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses permodalan dapat mendorong kontribusi UMKM dalam peta investasi daerah. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#Investasi daru UMKM baru ikut menyumbang #Lesu