Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pemerintah Kota Batu Resmi Luncurkan Simpul SAE

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 28 November 2025 | 15:57 WIB
BERI ARAHAN: Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyampaikan sambutan dalam giat pengenalan Sistem Informasi Manajemen Pasar Unggul (Simpul) Smart, Accurate, Efficient (SAE) di Pasar Induk Among Tani
BERI ARAHAN: Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyampaikan sambutan dalam giat pengenalan Sistem Informasi Manajemen Pasar Unggul (Simpul) Smart, Accurate, Efficient (SAE) di Pasar Induk Among Tani

BATU - Sistem Informasi Manajemen Pasar Unggul (Simpul) Smart, Accurate, Efficient (SAE) resmi diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu di Pasar Induk Among Tani kemarin (26/11). Platform ini digadang-gadang bakal menjadi fondasi digitalisasi pengelolaan pasar tradisional di Kota Batu.

Simpul SAE merupakan aplikasi yang dikembangkan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) sejak pertengahan tahun. Pada tahap awal ini, tim memeragakan sejumlah fitur dasar kepada pedagang. Khususnya yang berkaitan dengan hubungan layanan antara pedagang dan pemerintah daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Nurbianto Puji menyebut pengenalan aplikasi ini sebagai langkah pertama menuju manajemen pasar berbasis digital. “Pengenalan ini untuk menyampaikan fungsi dan alur layanan dasar, mulai dari transparansi penggunaan dana hingga kewajiban pembayaran retribusi kios,” ujarnya.

Menurut Nurbianto, pengembangan aplikasi ditargetkan rampung akhir tahun. Pendataan pedagang juga berjalan paralel. Hingga kini sekitar 2.000 pedagang telah masuk dalam basis data Simpul SAE. Pria yang akrab disapa Kentor itu menyebut aplikasi tersebut kemungkinan sudah bisa mulai diakses pedagang dalam dua pekan mendatang.

Ia menjelaskan Simpul SAE kelak memuat profil pedagang, perizinan usaha, jenis komoditas, dan berbagai data pendukung lainnya. Selain fungsi dasar, dia juga merancang platform lanjutan yang akan memudahkan pemantauan aktivitas pasar dan layanan publik secara real-time.

Rencana pengembangan jangka panjang mencakup integrasi sistem pembayaran retribusi digital, manajemen keuangan, operasional, hingga literasi pedagang. Kajian reposisi Pasar Wisata turut masuk ke dalam paket transformasi tersebut. Simpul SAE bahkan diarahkan untuk membaca pola perilaku konsumen dan menyediakan sistem reward bagi pembeli loyal.

“Misalnya pengumpulan poin yang bisa ditukar dengan diskon atau keuntungan tertentu,” tutur Kentor. Skema ini dinilai dapat menguntungkan baik penjual, pembeli umum, maupun pelaku usaha besar seperti restoran, hotel, dan katering.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi pedagang dalam proses digitalisasi ini. “Digitalisasi pasar akan menjangkau seluruh pedagang. Karena itu, diperlukan kerja sama dan kerukunan agar sistem ini berjalan optimal,” ujarnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#Diskumperindag #sae #kota batu #pemkot batu