Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Dinas Perhububungan Kota Batu Pertimbangkan Usulan Angkot BJL Jadi Apel Gratis

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 5 November 2025 | 17:24 WIB
ISTIRAHAT: Apel Gratis Jalur BJL terparkir di Terminal Batu kemarin (4/11).
ISTIRAHAT: Apel Gratis Jalur BJL terparkir di Terminal Batu kemarin (4/11).

BATU - Sopir angkot yang terdampak rencana operasional bus Trans Jatim menyampaikan permintaan penambahan jumlah armada yang diberdayakan sebagai angkutan pelajar (Apel) Gratis. Permintaan itu datang dari sopir angkot jalur Batu–Junrejo–Landungsari (BJL).

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan perwakilan sopir angkot jalur BJL pada Senin lalu (3/11). Dalam forum itu, para sopir menyampaikan kegelisahan mereka atas potensi berkurangnya penumpang setelah Trans Jatim beroperasi.

Koordinator sopir angkot jalur BJL, Mulyono mengatakan saat ini baru sembilan unit angkot yang telah bergabung dalam program Apel Gratis. Padahal, jumlah angkot aktif di jalur tersebut mencapai 22 unit.

“Masih ada 13 angkot yang belum terserap. Kami berharap semuanya bisa dialihkan ke Apel Gratis,” ujarnya. Mul menilai penambahan armada Apel Gratis tidak hanya mengatasi dampak ekonomi bagi sopir, tapi juga menjawab kebutuhan transportasi pelajar di Kota Batu.

“Peminatnya sangat tinggi. Banyak siswa yang sebenarnya tidak terdata sebagai penumpang resmi tetap kami angkut karena kasihan,” tuturnya. Menurutnya, banyak orang tua yang tidak memiliki waktu untuk menjemput anaknya. Namun, kondisi di lapangan kerap penuh sesak karena overload.

Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Kota Batu, Hari Juni Susanto menyebut usulan pemberdayaan sopir angkot jalur BJL menjadi Apel Gratis masih akan dikaji lebih lanjut. “Kami pertimbangkan sambil menunggu hasil forum group discussion (FGD) bersama Dishub Jatim,” ujarnya.

Selain usulan konversi angkot menjadi Apel Gratis, para sopir juga mengajukan kenaikan tarif angkutan reguler. Hari berencana mengundang koordinator sopir dari sembilan jalur dan perwakilan Organda untuk membahas dua isu itu. “Kami akan evaluasi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan penyesuaian tarif tersebut,” pungkas Hari. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#fgd #dishub kota batu #apel