BATU - Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE) yang baru diluncurkan 14 Juli lalu diprediksi bisa menghasilkan omzet bulanan mencapai miliaran rupiah per tahun. Holding hilirisasi pertanian itu dinilai efektif menyatukan rantai nilai pertanian. Mulai dari sistem pengolahan, pemasaran, hingga pembeli dalam satu sistem terintegrasi yang berbasis teknologi inovasi, transparansi, pemberdayaan, dan partisipasi.
Wali Kota Batu Nurochman menyebut tujuan utama COOSAE yakni memitigasi fluktuasi harga komoditas dari petani agar tetap bisa stabil. Harapannya, petani tak lagi khawatir dalam pemasaran produknya.
Sebab, koperasi tersebut akan berperan sebagai agregator sekaligus prosessor dalam menerima hasil produksi petani. Selanjutnya akan didistribusikan kepada offtaker dengan harga yang cenderung stabil.
Produk COOSAE didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia bahkan luar negeri. Dengan estimasi omzet mencapai Rp 450 juta per bulan. Dari total itu, Return on Investment (ROI) diproyeksikan mencapai 540 persen. “Profit yang diproyeksikan untuk petani mencapai Rp 135 juta per bulan,” tegasnya.
Saat ini, juga banyak mitra yang sudah digandeng COOSAE. Mulai dari retail modern, hotel, restoran, kafe, hingga ekspor. Seperti PT Sweet Greens Indonesia, Superindo Jatim, Koperasi Produsen Taruna Bina Mandiri, dan Koperasi Amanah Samboja Sejahtera.
Beberapa paket yang dijual akan dikemas ulang sesuai dengan kebutuhan customer. Misalnya, produk fruit platter, snack box, hingga hortikultura platter.
Selain itu, COOSAE juga akan membantu petani mendapatkan ilmu pengetahuan. Pria asli Desa Sumberejo itu menyebut regenerasi petani menjadi tantangan keberlangsungan pertanian lokal. Untuk itu, COOSAE juga punya peran merekrut beberapa petani milenial. “Kami memiliki kelas Petani Muda Berjaya (PMB),” ujarnya.
Program itu menyasar sekolah-sekolah. Siswa diberikan materi mengenai pengolahan hasil pertanian beserta digitalisasi sistem pertanian. Bahkan, proyeksi regenerasi petani muda dari 24 desa dan kelurahan mencapai 108 orang per tahun. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho