BATU - Harga bawang merah kembali melonjak. Harga jual di Pasar Induk Among Tani menyentuh Rp 55 ribu per kilogram. Sementara, di tingkat tengkulak di Pasar Sayur harganya sekitar Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan, untuk bawang merah kupas harganya mencapai Rp 60 ribu per kilogram.
Pada 7 Juli lalu harga bawang merah sudah mulai mengalami kenaikan. Dari yang semula harganya Rp 38 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. "Saya jual Rp 48 ribu per kilogram untuk yang ukuran besar. Sedangkan yang kecil Rp 40 ribu per kilogram," terang Misti, salah seorang penjual bawang merah di Pasar Sayur.
Dia menyebut lonjakan harga bawang tersebut membuat banyak pembeli beralih ke bawang merah yang berukuran kecil. Tentu saja karena harganya lebih miring. Perempuan asal Desa Pendem, Kecamatan Junrejo itu mengaku mengambil bawang merah secara kolektif dengan pedagang lain di petani. “Sebab, kalau ambil sendiri harus dalam jumlah banyak," imbuhnya.
Terpisah, salah seorang pedagang di zona sayur Pasar Induk Among Tani Eni Purwati kini membanderol bawang merah dengan harga Rp 42 ribu per kilogram. Itu untuk ukuran kecil dan merupakan stok beberapa hari yang lalu. Sementara, untuk yang ukuran besar dan baru dirinya menjual dengan harga Rp 55 ribu per kilogram.
Beruntung kenaikan harga bawang merah diikuti penurunan harga tomat dan cabai rawit. Sebab, harga dua komoditas tersebut juga sempat melambung. Pada 10 Juli lalu harganya sempat menyentuh Rp 25-30 ribu per kilogram. “Alhamdulillah saat ini harganya Rp 15 ribu per kilogram," ujar perempuan asal Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo itu.
Sedangkan, harga cabai rawit saat ini turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Setelah sebelumnya tembus Rp 50-60 ribu per kilogram. Eni menilai penurunan harga tomat dan cabai menjadi angin segar di tengah lonjakan harga bawang merah. Mengingat ketiga komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok dapur. (nj5/dre)
Editor : A. Nugroho