Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Realisasi Pajak Daerah Masih 45 Persen, Capaiannya Meningkat Rp 19,3 miliar dari Tahun Lalu

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:06 WIB

 

Pajak Daerah Kota Batu 2025.
Pajak Daerah Kota Batu 2025.

BATU - Realisasi pajak daerah masih belum maksimal. Capaian semester pertama tahun ini masih di angka 45 persen atau setara Rp 123,6 miliar. Sementara, target yang ditetapkan sebesar Rp 275 miliar. Idealnya, realisasi semester I setidaknya di angka 50 persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu Mohammad Nur Adhim mengaku masih kurang Rp 13,9 miliar lagi untuk mencapai target realisasi semester I. Kendati begitu, tidak semua pajak realisasinya seret.

Beberapa jenis pajak menunjukkan capaian positif pada triwulan kedua tahun ini. Terutama untuk pajak di sektor pariwisata. “Misalnya, pajak hiburan kami sudah melampaui target yakni sebesar 54,57 persen atau berkisar Rp 25,8 miliar dari target Rp 47,4 miliar,” ujarnya.

Realisasinya meningkat Rp 3,7 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Selain itu, realisasi pajak restoran juga meroket mencapai 53,33 persen atau setara Rp 19,1 miliar dari target Rp 35,9 miliar.

Capainnya juga meningkat dari 2024 lalu. Sebab, pada 2024 lalu realisasi pajak restoran semester I hanya Rp 451,5 juta. “Tapi pajak hotel kami merosot sekitar sembilan persen dari tahun sebelumnya,” lanjutnya.

Realisasi pajak hotel saat ini masih di angka 45,74 persen atau setara Rp 20,8 miliar dari target sebesar Rp 45,5 miliar. Itu terjadi imbas efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah pusat. Sehingga, pendapatan hotel ikut turun signifikan.

Pajak yang realisasinya seret yakni Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Realisasinya masih di angka 26,72 persen atau berkisar Rp 9,3 miliar. Padahal target yang ditetapkan sebesar Rp 34,9 miliar.

“Tahun ini kami memotong besaran penarikan pajak 30 persen. Maka dari itu realisasinya juga rendah,” jelas pria asal Kota Semarang itu. Adhim mengatakan lonjakan realisasi pajak tahun ini disumbang dua jenis pajak baru.

Yakni opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Realisasi PKB semester I ini sudah menyentuh 43,28 persen atau berkisar Rp 9,5 miliar dari total target Rp 22 miliar.

Sedangkan, opsen BBNKB sudah terealisasi 43,66 persen atau berkisar Rp 3,7 miliar dari target Rp 8,4 miliar. Dari realisasi yang ada, Adhim menilai capaiannya cukup positif. Bapenda mencatat peningkatan realisasi sebesar Rp 19,3 miliar dari tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dengan melakukan pengawasan dan penertiban pembayaran pajak. Selain itu, upaya jemput bola juga sudah dilakukan.

Seperti mendatangi berbagai desa dan kelurahan secara bergilir. Sehingga, masyarakat tidak perlu datang ke bank untuk membayar pajak. “Termasuk kemudahan investasi agar semakin banyak potensi objek Wajib Pajak (WP) baru,” pungkas dia. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#kota batu #realisasi pajak #bapenda #PAD (Pendapatan Asli Daerah)