Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tiga Komoditas Rutin Sumbang Deflasi di Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 30 April 2025 | 17:08 WIB
SUMBANG DEFLASI: Salah seorang pedagang berbagai kebutuhan dapur di Pasar Induk Among Tani Batu sedang menunggu pembeli kemarin (29/4). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
SUMBANG DEFLASI: Salah seorang pedagang berbagai kebutuhan dapur di Pasar Induk Among Tani Batu sedang menunggu pembeli kemarin (29/4). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU - Harga cabai rawit, daging ayam, dan telur di Kota Batu terus mengalami penurunan pascamomen Lebaran.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat angka deflasi tiga komoditas tersebut pada minggu ketiga bulan ini mencapai -1,31 secara month to month (mtm).

Angkanya lebih tinggi dari minggu sebelumnya yakni -1,07 secara mtm.

Analisis Kebijakan Ahli Muda Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Diyah Wahyuni mengatakan tiga komodita itu rutin menjadi penyumbang angka deflasi beberapa waktu belakangan ini.

Angka deflasi paling besar disumbang komoditas cabai rawit dengan angka -0,7864 persen.

“Minggu sebelumnya sebesar -0,8875 persen,” ungkapnya.

Sementara, angka deflasi telur menempati posisi kedua pada pekan kedua bulan ini yakni sebesar -0,2279 persen.

Kemudian mengalami penurunan lagi pada pekan ketiga menjadi -0,3199 persen.

Sedangkan, deflasi daging ayam ras dinilai paling signifikan.

Pada pekan kedua, daging ayam ras menyumbang deflasi sebesar -0,2111 persen.

Kemudian pada pekan ketiga turun drastis menjadi -0,4857 persen.

Diyah menilai itu disebabkan overstock daging ayam di pasar.

Sedangkan hal itu tak diimbangi dengan permintaan yang tinggi.

Sehingga, membuat harganya turun signifikan.

Itu tak lepas dari berakhirnya momen libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Salah seorang pedagang di Pasar Induk Among Tani Batu Zaenab mengaku kerap merugi lantaran penurunan harga cabai rawit yang signifikan.

Dari sebelumnya 80 ribu per kilogram menjadi 30 ribu per kilogram.

“Turunnya mungkin sekitar lima hari terarhir. Sempat Rp 40 ribu per kilogram terus turun lagi jadi Rp 35 ribu,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#sayur #deflasi #kota batu #komoditas