BATU - Puluhan pelaku usaha di Kota Batu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam acara Investment Award 2024 yang digelar di The Singhasari Resort kemarin (14/11).
Kegiatan itu sekaligus untuk memperkuat hubungan para investor dengan pemerintah untuk terus mening-katkan capaian inventasi Kota Batu.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu Dyah Lies Tina mengatakan Investment Award 2024 pertama kali dilaunching tahun ini.
Pasalnya, capaian investasi di Kota Batu terus meningkat.
Tentu saja itu menjadi sinyal baik atas iklim investasi yang ada di Kota Batu.
Selain itu, juga untuk mengapreasi para pelaku usaha.
“Terutama apresiasi atas kepatuhan perizinan, pelaporan kegiatan penanaman modal, kepedulian lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Dyah menyebut kegiatan itu tidak hanya diikuti para pelaku usaha lokal saja.
Melainkan juga para pelaku usaha asing.
Dyah mengatakan event perdana itu juga dimanfaatkan untuk memaparkan capaian investasi.
Baik Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Ada sebanyak empat kategori penghargaan yang diberikan kepada para pelaku usaha.
Pertama, pelaku usaha baik PMA maupun PMDN dengan realisasi investasi tertinggi.
Kedua, kepatuhan perizinan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketiga, kepatuhan penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Terakhir, pelaku usaha dengan kemitraan usaha terbaik.
Dia menilai kerja sama Pemkot Batu dengan pelaku usaha sudah terjalin baik.
Namun, dirinya mengaku akan terus meningkatkan kualitas kerja sama tersebut.
Lebih lanjut, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan pemberian penghargaan itu sekaligus untuk menumbuhkan kepercayaan berinvestasi.
Sebab, hal itu akan berdampak pada kemajuan sektor ekonomi.
Selain itu, juga akan memberikan dampak positif di segala lini.
Seperti bidang kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan sebagainya.
Aries menyebut capaian investasi tahun ini sudah melebihi target yakni sebesar Rp 1,361 triliun.
Padahal targetnya hanya Rp 800 miliar.
“Tentu peningkatan pesat itu akan memberikan nuansa pertumbuhan ekonomi positif di Kota Batu,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana