BATU, RADAR BATU - Peternak sapi perah di Kota Batu mendorong pemerintah menambah pasokan bibit sapi unggul untuk meningkatkan populasi dan produksi susu. Sebab, tingginya permintaan susu nasional perlu diimbangi penambahan populasi sapi. Selama ini peternak hanya mengandalkan jual-beli ternak lokal antardaerah.
Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri Muhammad Munir menyebut, harga susu sapi sebelumnya berkisar Rp7-8 ribu per liter. Kini harganya mencapai Rp 8.300 per liter. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong kenaikan harga tersebut. Kondisi itu, kata Munir, bisa menjadi peluang bagi peternak untuk meningkatkan produksi.
Baca Juga: Karhutla Kota Batu Hanguskan Puluhan Hektar Lahan Hijau, Begini Tindak Lanjut Pemkot
“Kalau harga jual sapi lokal bisa menembus Rp 40 juta per ekor,” bebernya. Kenaikan harga susu dan nilai jual ternak dinilai menjadi momentum bagi peternak untuk memperbesar kapasitas usaha. Namun, peningkatan produksi membutuhkan dukungan ketersediaan sapi perah produktif dalam jumlah memadai.
Karena itu, Munir mendorong pemerintah mempertimbangkan pengadaan bibit sapi perah unggul, termasuk opsi impor. Langkah tersebut dinilai dapat sekaligus meningkatkan kualitas genetik ternak untuk mendukung produktivitas susu. “Kalau hanya mengandalkan perputaran bibit lokal, populasinya tidak benar-benar bertambah,” keluhnya.
Baca Juga: El Nino Diprediksi Berlangsung hingga 2027, Ini Dampak dan Langkah Antisipasi Menghadapi El Nino
Menurut Munir, perpindahan sapi dari satu daerah ke daerah lain melalui transaksi jual-beli tidak serta-merta meningkatkan populasi sapi secara nasional. Tanpa penambahan ternak baru, upaya mendongkrak produksi susu berisiko menghadapi keterbatasan kapasitas.
Ia khawatir, tingginya kebutuhan pasar tidak akan terimbangi jika populasi sapi perah di tingkat peternak tidak bertambah. Karena itu, dukungan pemerintah melalui kebijakan pengadaan bibit unggul dan skema bantuan yang tepat sasaran dinilai penting untuk memperkuat produksi susu lokal.
Editor : Fajar Andre Setiawan