108 Titik Bencana di Kota Batu Mulai Diasesmen

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:00 WIB
PROSES EVAKUASI: Tim gabungan melakukan pemadaman titik karhutla di kawasan Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. (PUSDALOPS BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)
PROSES EVAKUASI: Tim gabungan melakukan pemadaman titik karhutla di kawasan Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. (PUSDALOPS BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU - Sebanyak 108 titik lokasi bencana di Kota Batu telah diasesmen. Hal itu dilakukan dalam program stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi sepanjang 1 Januari hingga 21 September 2026. Kajian tersebut menjadi tahap awal pemulihan fisik pascabencana di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko mengatakan, penanganan pemulihan tidak hanya dilakukan mandiri. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) juga bakal melakukan intervensi. Suwoko merinci, sebanyak 27 lokasi telah mendapat intervensi BPBD Kota Batu.

Baca Juga: Demo Jakarta Hari Ini: 73 Aksi Digelar, Puluhan Ribu Personel Disiagakan

Jumlah yang sama juga ditangani Disperkim. Sementara, enam lokasi lainnya melakukan pemulihan secara mandiri melalui gotong royong masyarakat. Bantuan stimulan yang disalurkan difokuskan pada material konstruksi dasar. Tujuannya untuk mempercepat perbaikan sarana dan prasarana.

“Material tersebut meliputi batu kali, batu koral, pasir, semen, besi, hingga tanah urugan.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Gugatan Gibran, KPU Sebut Terlambat 905 Hari, Denny Indrayana Tak Sepakat

Kami juga menyalurkan dukungan makan dan minum untuk menunjang aksi gotong royong warga saat pengerjaan fisik di lapangan,” imbuhnya. Penyaluran bantuan dilakukan dengan berkoordinasi bersama aparatur desa dan kelurahan setempat.

Asesmen diperlukan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi. Selain memulihkan kondisi fisik, penanganan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi setelah terdampak bencana.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Disperkim Kota Batu Bumiaji bpdb karhutla kotabatu