Songgoriti Bisa Jadi Uji Bisnis BWR Kota Batu

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:30 WIB
Grafis Rekrutmen PT BWR
Grafis Rekrutmen PT BWR

BATU - Rencana kerja sama business to business (B2B) antara PT Batu Wisata Resource (BWR) dan Perusahaan Umum Daerah Jasa Yasa dapat menjadi pintu masuk untuk menguji aktivitas bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tersebut.

Pengamat kebijakan publik Universitas Brawijaya (UB) Andhyka Muttaqin mengatakan, proyek revitalisasi kawasan wisata Songgoriti dapat menunjukkan apakah BWR memiliki aktivitas bisnis yang konkret.

“Proyek Songgoriti cocok dijadikan bukti konkret bahwa PT BWR benar-benar memiliki kegiatan bisnis riil yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga Batu,” paparnya.

Baca Juga: PT BWR Kota Batu Bidik Songgoriti, Direksi Belum Terisi

Menurut Andhyka, rencana tersebut penting di tengah persiapan rekrutmen ulang direksi dan komisaris BWR. Pemerintah tidak cukup hanya membuka seleksi.

Peta bisnis perusahaan harus dijelaskan. Termasuk bidang usaha, calon mitra, sumber pendanaan, serta target yang ingin dicapai.

Kejelasan itu juga dibutuhkan untuk menarik kandidat profesional. Dari 16 pelamar pada seleksi akhir 2025, tidak ada yang memenuhi seluruh ketentuan administrasi dan kualifikasi.

Andhyka menilai kegagalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi. Pemerintah harus mengetahui hambatan yang membuat kandidat potensial tidak tertarik bergabung.

Selain Songgoriti, BWR juga berpotensi mengelola sejumlah sektor untuk mengoptimalkan aset daerah. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu Mohammad Nur Adhim menyebut parkir elektronik dan pengelolaan pasar sebagai sejumlah peluang usaha.

“Dengan begitu, setoran pendapatannya bisa lebih optimal daripada diampu dinas masing-masing,” jelasnya.

Namun, pengembangan usaha tidak cukup hanya dengan menentukan sektor bisnis. Status dana dan aset perusahaan juga perlu diperjelas sebelum perusahaan kembali bergerak.

Andhyka meminta penyertaan modal daerah, aset, kewajiban, serta dana yang masih berada di BWR diperiksa secara transparan. Modal tersebut harus diarahkan pada kegiatan yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi daerah.

Dia juga menyoroti wacana mengganti nama BWR. Menurutnya, rebranding dapat dipertimbangkan, tetapi tidak boleh menggantikan pembenahan mendasar.

Baca Juga: Dari 16 Pelamar Seleksi Direksi PT BWR Kota Batu, Tak Ada yang Lolos Semua Syarat

“Mengganti nama tanpa memperbaiki tata kelola, manajemen, dan model bisnis hanya akan mengubah tampilan luar saja, bukan menyelesaikan masalahnya,” tegasnya.

Karena itu, proyek Songgoriti dapat menjadi salah satu tolok ukur konkret arah bisnis BWR. Kerja sama tersebut bukan sekadar rencana, tetapi dapat menunjukkan model usaha yang hendak dibangun.

Pada akhirnya, rekrutmen direksi perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembenahan perusahaan. Bukan sekadar agenda mengisi struktur kepengurusan BUMD. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
pt bwr songgoriti kota batu pemkot batu bapenda