BATU - Rencana rekrutmen ulang direksi dan komisaris PT Batu Wisata Resource (BWR) dinilai tidak cukup hanya dengan membuka seleksi baru. Pengamat kebijakan publik Universitas Brawijaya (UB) Andhyka Muttaqin meminta Pemkot Batu melakukan evaluasi total. Terutama terhadap tata kelola, model bisnis, dan prospek perusahaan. Langkah itu penting agar kegagalan rekrutmen sebelumnya tidak kembali terulang.
Menurut Andhyka, pemerintah perlu mencari penyebab minimnya kandidat yang memenuhi kualifikasi pada proses seleksi sebelumnya. Dari 16 pelamar pada akhir 2025, tidak ada yang memenuhi seluruh ketentuan yang disyaratkan. “Pemerintah perlu mencari tahu mengapa masyarakat atau profesional yang memenuhi syarat tidak tertarik mendaftar,” ujarnya.
Menurutnya, rendahnya minat kandidat potensial bisa berkaitan dengan tingkat kepercayaan terhadap BWR. Rekam jejak perusahaan pada masa sebelumnya, kata dia, perlu menjadi bahan evaluasi terbuka. Tujuannya agar pemerintah mengetahui persoalan yang membuat profesional enggan mempertaruhkan reputasinya dengan bergabung.
Baca Juga: PT BWR Kota Batu Bidik Songgoriti, Direksi Belum Terisi
Namun, Andhyka mengingatkan agar persoalan tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai masalah kepercayaan publik. Pemkot perlu menggali masukan langsung dari calon-calon profesional untuk mengetahui hambatan yang membuat mereka tidak tertarik mengikuti seleksi. Salah satu persoalan yang harus dijawab adalah kejelasan arah bisnis BWR.
Kandidat profesional, menurut Andhyka, membutuhkan gambaran yang jelas sebelum bersedia memimpin perusahaan milik daerah. Pemerintah perlu membeberkan target bisnis, ruang kewenangan manajemen, sumber pendanaan, hingga proyeksi usaha perusahaan. Tanpa informasi itu, posisi direksi berisiko hanya menawarkan jabatan tanpa kepastian.
Selain itu, persyaratan calon direksi dan komisaris juga perlu dievaluasi. Integritas, rekam jejak, dan kepatuhan hukum tetap menjadi syarat utama. Namun, pengalaman tidak harus terbatas pada pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD). Pemkot dapat membuka ruang bagi profesional dari sektor swasta, pariwisata, properti, investasi, hingga pemasaran.
Baca Juga: Rekrutmen Direksi PT BWR Kota Batu Bakal Diulang
“Sepanjang para kandidat tersebut memenuhi ketentuan dan memiliki kemampuan manajerial yang teruji, mereka berhak diberikan ruang untuk memimpin,” katanya. Andhyka juga menyoroti wacana mengganti nama BWR. Menurutnya, rebranding dapat dipertimbangkan. Namun, itu bukan solusi utama.
Pergantian nama tanpa perubahan mendasar hanya akan mengubah identitas perusahaan tanpa menyelesaikan persoalan internal. “Mengganti nama tanpa memperbaiki tata kelola, manajemen, dan model bisnis hanya akan mengubah tampilan luar saja, bukan menyelesaikan masalahnya,” tegasnya.
Persoalan lain yang harus diperjelas adalah status dana dan aset perusahaan. Penyertaan modal daerah, aset, kewajiban, hingga dana yang masih berada di BWR perlu diperiksa secara transparan sebelum perusahaan kembali bergerak. Menurut Andhyka, persoalannya bukan sekadar memastikan dana tersebut dapat digunakan.
Baca Juga: PT BWR Siapkan Rekrutmen Direksi Ulang, Rekrutmen 2025 Gagal, Jadwal Baru Belum Pasti
Yang lebih penting adalah memastikan modal tersebut ditempatkan dalam kegiatan bisnis yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi daerah. Karena itu, BWR membutuhkan narasi bisnis yang konkret. Masyarakat perlu mengetahui perusahaan itu akan bergerak di bidang apa, dengan siapa bekerja sama, serta bagaimana kontribusinya terhadap daerah.
“Jangan sampai masyarakat melihat PT BWR hanya sebagai entitas bisnis daerah yang sekadar dihidupkan kembali tanpa kejelasan mengenai produk atau layanan apa yang akan dikerjakan,” ujarnya. Rencana kerja sama business to business (B2B) dengan Perumda Jasa Yasa untuk revitalisasi kawasan wisata Songgoriti dapat menjadi salah satu pintu masuk.
Menurut Andhyka, proyek tersebut bisa menunjukkan bahwa BWR memiliki aktivitas bisnis yang nyata. “Proyek Songgoriti cocok dijadikan bukti konkret bahwa PT BWR benar-benar memiliki kegiatan bisnis riil yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga Batu,” paparnya.
Baca Juga: Rekrutmen Direksi PT BWR Tunggu Penetapan Sekda Definitif
Karena itu, Andhyka meminta Pemkot Batu mengubah pola komunikasi menjelang rekrutmen. Pemerintah tidak cukup mengumumkan pembukaan seleksi. Namun, harus menjelaskan peta pembenahan BWR secara terbuka. Keterbukaan dinilai penting untuk membangun kembali kepercayaan. Hal itu sekaligus bisa menarik minat profesional yang kompeten.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu Mohammad Nur Adhim mengatakan reaktivasi BUMD juga berkaitan dengan upaya mengoptimalkan aset dan meningkatkan pemasukan daerah. Menurutnya, potensi usaha dapat dikembangkan melalui sejumlah sektor, termasuk parkir elektronik dan pengelolaan pasar.
“Dengan begitu, setoran pendapatannya bisa lebih optimal daripada diampu dinas masing-masing,” jelasnya. Dengan demikian, rekrutmen ulang BWR tidak semestinya dimulai dari mencari orang. Namun, lebih dulu memastikan perusahaan yang akan dipimpin memiliki arah bisnis yang jelas.
Editor : Fajar Andre Setiawan