BATU, RADAR BATU - Penertiban PKL liar di kawasan Alun-Alun Kota Batu belum optimal. Salah satu faktonya lantaran keterbatasan personel Satpol PP. Kondisi itu diperparah padatnya agenda pengamanan pemerintah. Saat petugas ditarik untuk mengawal kegiatan besar, patroli di kawasan alun-alun ikut mengendur. Momen tersebut kerap dimanfaatkan pedagang untuk kembali berjualan.
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Batu Wiwit Anandana mengatakan, pedagang kerap membaca celah ketika pengawasan berkurang. Mereka kembali menggelar lapak setelah petugas meninggalkan kawasan. “Celah itulah yang dibaca dan dimanfaatkan pedagang untuk kembali menggelar lapak,” ujarnya.
Menurut Wiwit, dari sejumlah pedagang yang masih nekat berjualan, hanya sekitar empat orang yang dinilai paling membandel. Sebagian lainnya relatif kooperatif dan bersedia menertibkan diri ketika petugas datang.
Baca Juga: Kota Batu Targetkan 90 Persen Kasus TBC Ditemukan - Radar Batu
Persoalan personel menjadi tantangan lain. Bulan ini, tujuh personel penindakan memasuki masa pensiun. Belum adanya pengganti membuat kekuatan operasional Satpol PP di lapangan ikut berkurang. “Kami sudah mengajukan penambahan ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” ungkapnya.
Namun, keterbatasan sumber daya manusia ini masih belum mendapat suplai tambahan. Kondisi tersebut membuat pengawasan di alun-alun belum bisa dilakukan secara maksimal. Padahal, kawasan itu menjadi salah satu ruang publik dan ikon wisata Kota Batu yang ramai dikunjungi.
Satpol PP memastikan patroli kembali digencarkan setelah agenda pengamanan pemkot berkurang. Petugas akan menyasar titik-titik yang selama ini menjadi lokasi pedagang kembali membuka lapak.
Editor : Fajar Andre Setiawan