BATU, RADAR BATU – Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, termasuk di Kota Batu, untuk mengantisipasi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prakiraan tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino yang terjadi tahun ini. Kondisi itu berbeda dengan tahun sebelumnya yang dipengaruhi La Nina dan menyebabkan curah hujan cenderung meningkat di sejumlah wilayah.
Curah Hujan Diprediksi Rendah
BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia cenderung lebih kering dari kondisi normal. Curah hujan di sejumlah wilayah diperkirakan berada pada kisaran 0–20 milimeter (mm).
Baca Juga: Bromo dan Kota Batu Jadi Wilayah Terdingin di Malang Raya, Ini Penjelasan BMKG
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Linda Fitrotul mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan potensi kekeringan dan karhutla.
“Kami juga memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia cenderung lebih kering dari kondisi normal,” ujar Linda, Rabu (13/8).
Menurutnya, rendahnya curah hujan membuat sejumlah wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau. Tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, kondisi lahan yang lebih kering juga dapat memperbesar risiko kebakaran.
Kota Batu Tetap Perlu Antisipasi
Kota Batu termasuk wilayah yang perlu memperhatikan dampak kemarau. Meski demikian, BMKG belum menemukan indikasi kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat secara signifikan.
Baca Juga: Hadapi Kemarau dan Karhutla, Desa Giripurno Tanam 500 Hektare Pohon Alpukat
Kebutuhan air untuk sektor pertanian tetap menjadi perhatian. Kondisi kemarau yang lebih kering dapat memengaruhi ketersediaan air untuk lahan pertanian sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi sejak dini.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan, terutama lahan yang mudah terbakar. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran sebaiknya dihindari selama kondisi kering berlangsung.
Karhutla Mulai Terjadi di Sejumlah Wilayah
Potensi karhutla selama musim kemarau bukan sekadar prediksi. Beberapa wilayah telah mengalami kebakaran lahan dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satunya kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo yang berlangsung selama beberapa hari. Sementara di Kota Batu, kebakaran lahan sempat terjadi pada Juni 2026.
Namun, kebakaran tersebut berhasil segera dipadamkan sehingga api tidak meluas. Kondisi itu menjadi pengingat agar kewaspadaan tetap ditingkatkan selama musim kemarau.
BMKG mengimbau masyarakat dan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak kemarau, terutama terkait ketersediaan air serta potensi kebakaran lahan dan hutan.
Editor : Aditya Novrian