BATU, RADAR BATU - Subandri langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah (PR) besar setelah dilantik sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Sidomulyo di Pendapa Rumah Dinas Wali Kota Batu kemarin (12/8). Ia diminta segera membenahi dan memacu potensi wisata bunga. Tujuannya agar memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
Subandri dilantik Wali Kota Batu Nurochman untuk melanjutkan sisa masa jabatan kepala desa sebelumnya. Sebelumnya, pemerintahan Desa Sidomulyo dijalankan Penjabat (Pj) Kades M. Viata Arya Pranaka. Sebab, kepala desa sebelumnya meninggal dunia.
Nurochman mengatakan kepemimpinan baru harus mampu melahirkan terobosan. Khususnya dalam mengembangkan potensi florikultura. Sebab, pengelolaan sentra tanaman hias di Sidomulyo dinilai masih belum maksimal.
Baca Juga: Awang-Awang Sky Lounge Batu, Nikmati City Light 360 Derajat Tanpa Tiket Masuk - Radar Batu
“Pemimpin baru di Sidomulyo walaupun hanya diberikan kesempatan kurang lebih satu tahun, tetap harus meneruskan potensi-potensi yang telah diambil kebijakannya oleh pemimpin sebelumnya,” jelasnya. Menurutnya, kawasan wisata pertanian bunga perlu ditata lebih profesional.
Pengembangannya tidak cukup hanya mempertahankan pasar bunga yang sudah ada. Namun, juga harus mampu meningkatkan daya tarik bagi wisatawan dari luar daerah. “Dengan begitu, dampak ekonominya bisa langsung dinikmati masyarakat Sidomulyo," tegasnya.
Selain pengembangan potensi desa, pria yang akrab disapa Cak Nur itu meminta Subandri menjaga komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kondusivitas pemerintahan desa juga harus dipastikan. Termasuk tidak mengabaikan kelompok dan lembaga yang ada di Desa Sidomulyo.
Baca Juga: Festival Padang Bulan 27 Agustus, Kota Batu Suguhkan Tari Tradisional dan Kuliner Desa - Radar Batu
Menjawab tantangan tersebut, Subandri menyatakan pembenahan sektor wisata dan peningkatan kesejahteraan petani bunga menjadi prioritas kepemimpinannya. “Tempat-tempat wisata akan kami kembangkan agar lebih mudah dijangkau dan semakin diminati wisatawan,” katanya.
Ia menyadari sektor pariwisata berbasis florikultura menjadi salah satu penopang ekonomi warga Sidomulyo. Karena itu, pengembangan wisata bunga dinilai penting untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Khususnya para petani bunga.
Editor : Fajar Andre Setiawan