BATU, RADAR BATU – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Batu belum sepenuhnya tuntas. Dari 24 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran pembangunan, empat lokasi masih terganjal persoalan lahan.
Pemkot Batu kini berkoordinasi dengan Kodim untuk mencari titik yang memungkinkan digunakan sebagai lokasi pembangunan.
Empat wilayah tersebut berada di Kecamatan Batu. Yakni Desa Pesanggrahan, Desa Sidomulyo, Kelurahan Sisir, dan Kelurahan Ngaglik. Persoalan yang dihadapi masing-masing wilayah berbeda. Mulai dari legalitas aset hingga keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.
Baca Juga: Madrasah di Kota Batu Sudah Terbitkan 4.550 Ijazah Digital - Radar Batu
Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan Desa Pesanggrahan sebenarnya telah memiliki lahan yang disiapkan untuk KDKMP.
Namun, pembangunan belum dapat dilakukan lantaran status legalitas tanah masih diproses. “Untuk Pesanggrahan tanahnya ada, tapi memang masih dalam proses penyelesaian legalitas di Badan Pertanahan Nasional (BPN),” ujarnya.
Berbeda dengan Pesanggrahan, lahan yang diajukan Pemerintah Desa Sidomulyo masih menunggu persetujuan dari instansi terkait. Kondisi tersebut membuat pembangunan fisik belum dapat dimulai.
Baca Juga: My Dessert Box by Yosi & Baked by Alura, Surga Pencinta Dessert Manis di Kota Batu - Radar Batu
Sementara itu, persoalan di Kelurahan Sisir berkaitan dengan sejumlah lahan potensial yang merupakan aset instansi militer. Pemkot masih menunggu kepastian izin pemanfaatan lahan tersebut.
Sedangkan di Kelurahan Ngaglik, tantangannya lebih kompleks. Kepadatan permukiman membuat pemerintah kelurahan kesulitan menemukan lahan yang memenuhi kebutuhan pembangunan KDKMP.
“Untuk Ngaglik memang relatif sulit karena wilayahnya padat. Kami masih mencari titik yang memungkinkan,” kata Dian.
Baca Juga: Kebakaran Nipah Mall Makassar Diduga Akibat Korsleting Neon Box, Ini Kronologinya - Radar Batu
Meski masih menyisakan empat titik, Dian menyebut progres penyediaan lahan secara keseluruhan cukup tinggi. Dua kecamatan lainnya, yakni Bumiaji dan Junrejo, telah menuntaskan kebutuhan lahan untuk seluruh desa dan kelurahan.
“Di Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji semuanya sudah total 100 persen beres. Jadi secara rasio Pemkot Batu ini termasuk yang paling tinggi pergerakannya,” tegasnya.
Wali Kota Batu Nurochman mengakui keterbatasan aset menjadi kendala utama, terutama di kawasan perkotaan. Dari total 24 lokasi, sebanyak 20 titik telah mengamankan lahan dan masuk tahap pembangunan hingga operasional.
Baca Juga: Cuma Rp4 Ribu Per Biji, Depot Kurnia Jadi Surganya Pempek Palembang di Kota Batu! - Radar Batu
“soal tanah memang tidak mudah, terutama di beberapa wilayah yang memang tidak memiliki aset Pemkot Batu,” terangnya.
Pemkot kini mempertimbangkan sejumlah alternatif untuk empat lokasi tersisa. Di antaranya pemanfaatan gedung milik pemerintah maupun skema sewa. Namun, opsi tersebut masih membutuhkan penyesuaian regulasi dan koordinasi dengan Kodim serta kementerian terkait.
Pemkot berharap persoalan lahan dapat segera diselesaikan agar pembangunan KDKMP di seluruh wilayah Kota Batu tidak tertinggal dari lokasi lainnya.
Baca Juga: Kenapa Falcon Pictures Pilih UB sebagai Lokasi Syuting 3726 MDPL, Ini Alasannya - Radar Batu
Di sisi lain, kebutuhan lahan di Kecamatan Bumiaji dan Junrejo telah seluruhnya terpenuhi. Dari total 24 lokasi KDKMP, sebanyak 20 titik telah mengamankan lahan dan masuk tahap pembangunan hingga operasional. Pemkot berharap penggunaan aset pemerintah maupun skema sewa dapat menjadi alternatif apabila penyediaan lahan baru sulit dilakukan. Namun, setiap pilihan tetap akan dikaji agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun pembiayaan di kemudian hari. Dengan opsi tersebut, Pemkot menargetkan seluruh desa dan kelurahan tetap dapat memiliki KDKMP tanpa harus menunggu tersedianya lahan baru dalam waktu yang terlalu lama.
Editor : Fajar Andre Setiawan