Empat KDKMP Masih Terkendala Lahan, Koordinasi dengan Kodim Masih Berlangsung untuk Petakan Titik Potensial

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih (Pinterst)
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih (Pinterst)

BATU, RADAR BATU - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Batu belum sepenuhnya tuntas. Dari 24 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran pembangunan, empat lokasi masih terganjal penyediaan dan legalitas lahan. Keempatnya berada di Kecamatan Batu, yakni Desa Pesanggrahan, Desa Sidomulyo, Kelurahan Sisir, dan Ngaglik. Pemkot Batu kini berkoordinasi dengan Kodim untuk mencari solusi penyediaan lahan.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan kendala di masing-masing wilayah berbeda. Mulai dari proses legalitas tanah hingga belum ditemukannya lahan yang sesuai untuk pembangunan fisik KDKMP.

Di Desa Pesanggrahan, misalnya, pemerintah desa sebenarnya telah menyiapkan lahan. Namun, pembangunan belum bisa dimulai. Alasannya, karena legalitas aset masih diproses. “Untuk Pesanggrahan tanahnya ada, tapi memang masih dalam proses penyelesaian legalitas di Badan Pertanahan Nasional (BPN),” beber Dian.

Baca Juga: Cuma Rp4 Ribu Per Biji, Depot Kurnia Jadi Surganya Pempek Palembang di Kota Batu! - Radar Batu

Sementara itu, lahan yang diajukan Pemerintah Desa Sidomulyo belum mendapat persetujuan dari instansi terkait. Kondisi tersebut membuat pembangunan fisik KDKMP belum dapat dilaksanakan.

Ganjalan berbeda terjadi di Kelurahan Sisir. Pemerintah kelurahan telah menawarkan sejumlah alternatif lokasi. Namun, beberapa lahan yang dinilai potensial berkaitan dengan aset milik instansi militer. Pemkot Batu masih menunggu surat balasan sekaligus kepastian izin penggunaan lahan tersebut.

Sedangkan, Kelurahan Ngaglik menjadi lokasi dengan persoalan lahan paling pelik. Kawasan tersebut relatif padat penduduk. Hal itu membuat pemerintah setempat belum menemukan lahan yang memenuhi kebutuhan pembangunan KDKMP.

Baca Juga: Kebakaran Nipah Mall Makassar Diduga Akibat Korsleting Neon Box, Ini Kronologinya - Radar Batu

Meski menyisakan empat lokasi, Dian menyebut progres penyediaan lahan KDKMP di Kota Batu cukup tinggi. Dua kecamatan lain, yakni Bumiaji dan Junrejo, telah menuntaskan seluruh kebutuhan lahannya.

“Di Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji semuanya sudah total 100 persen beres. Jadi secara rasio Pemkot Batu ini termasuk yang paling tinggi pergerakannya,” tegasnya. Sambil menyelesaikan persoalan lahan, Pemkot Batu mulai mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi.

Para pengurus, pengawas, dan calon manajer mendapat pelatihan tata kelola koperasi. Langkah tersebut dinilai penting. Pasalnya, sebagian dari meraka belum memiliki pengalaman mengelola koperasi. Pelatihan juga dilakukan melalui kerja sama dengan jajaran TNI. “Secara paralel, calon pengelola atau manajer-manajer KDKMP ini sedang didiklatkan di Pusdik Arhanud,” tambah Dian.

Baca Juga: Kenapa Falcon Pictures Pilih UB sebagai Lokasi Syuting 3726 MDPL, Ini Alasannya - Radar Batu

Wali Kota Batu Nurochman mengakui empat lokasi tersebut masih menunggu penyelesaian persoalan lahan. Menurut dia, keterbatasan aset pemerintah, terutama di kawasan perkotaan, menjadi salah satu kendala utama.

Dari total 24 desa dan kelurahan, sebanyak 20 lokasi telah mengamankan lahan. Sebanyak 20 titik itu juga telah masuk tahap pembangunan hingga operasional. “Soal tanah memang tidak mudah, terutama di beberapa wilayah yang memang tidak memiliki aset Pemkot Batu,” terangnya.

Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, juga mempertimbangkan penggunaan gedung aset pemerintah dan skema sewa sebagai alternatif. Namun, opsi tersebut belum bisa langsung diterapkan. Sebab, hal itu membutuhkan penyesuaian regulasi serta koordinasi dengan Kodim dan kementerian terkait.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Koperasi Desa Kecamatan batu Koperasi Merah Putih KDKMP bpn