BNPB Resmikan Destana Giripurno, Kota Batu, Bentengi Lereng Arjuno dari Karhutla

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:00 WIB
SIAGA BENCANA: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menandatangani prasasti hibah TPS3R di Desa Tangguh Bencana (Destana) Giripurno Rabu lalu (5/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
SIAGA BENCANA: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menandatangani prasasti hibah TPS3R di Desa Tangguh Bencana (Destana) Giripurno Rabu lalu (5/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BUMIAJI, RADAR BATU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Arjuno serta potensi banjir bandang mendorong penguatan mitigasi bencana di Kota Batu. Rabu lalu (5/8), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemkot Batu meresmikan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. Langkah itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan keberadaan destana diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. “Supaya jika terjadi kejadian serupa, desa sudah tangguh. Ditandai dengan minimnya dampak bencana, baik korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan infrastruktur,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan ketangguhan desa tidak hanya menyasar aspek kebencanaan. Namun, juga pemberdayaan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui penanaman alpukat di lahan seluas 500 hektare. “Selain membantu menahan tanah saat hujan dan menjaga kelembapan saat kemarau, hasil buahnya juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: 8 Bulan, 30 Bangunan di Kota Batu Rusak Diterjang Angin Kencang - Radar Batu

Destana adalah program nasional. Tujuannya untuk membangun kemampuan masyarakat desa mengenali ancaman, melakukan mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, dan menangani kondisi darurat sebelum bantuan datang. Di dalamnya dibentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) beranggotakan unsur pemerintah desa dan masyarakat.

Forum itu mendapat pelatihan kebencanaan, mulai dari pemetaan risiko, simulasi evakuasi, hingga pertolongan pertama bagi korban bencana. Keberadaan FPRB dinilai penting untuk mempercepat penanganan awal saat terjadi bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan respons awal sebelum tim penanggulangan tiba di lokasi. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Mitigasi Bencana BNPB Desa Tangguh Bencana Kesiapsiagaan Bencana bpbd kota batu