Susur Sungai Sasar Enam Titik Rawan Banjir Bandang di Kota Batu

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:30 WIB
MITIGASI BENCANA: Tim BPBD bersama relawan melakukan susur sungai di salah satu titik beberapa waktu lalu. (BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)
MITIGASI BENCANA: Tim BPBD bersama relawan melakukan susur sungai di salah satu titik beberapa waktu lalu. (BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Mitigasi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan dilakukan melalui program Mitigasi Susur Sungai (Miss U) 2026. Kegiatan tersebut menyasar enam titik sungai yang berpotensi memicu banjir bandang. Enam lokasi tersebut meliputi Sumber Darmi, Sungai Krecek, Sungai Glagah Wangi, Brantas Bon 8, Coban Peteng, dan Pusung Lading.

Penyisiran sudah dilakukan sejak awal Juni hingga akhir Juli nanti. Petugas membersihkan berbagai sumbatan yang dinilai membahayakan aliran sungai. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan, penentuan lokasi didasarkan pada tingkat kerawanan hidrometeorologi.

“Tujuannya agar potensi bahaya di setiap titik bisa ditemukan dan ditangani lebih awal,” ujarnya. Di kawasan Sumber Darmi, petugas mengevakuasi 16 pohon tumbang yang melintang di aliran sungai serta menangani satu titik longsor.

Baca Juga: Petani Bawang Merah di Torongrejo Pilih Panen Dini - Radar Batu

Sementara itu, Sungai Krecek menjadi lokasi dengan temuan terbanyak. Tim menemukan 21 batang kayu tumbang, 27 rumpun bambu yang menutup aliran, lima titik longsor, serta belasan sumbatan material lainnya.

Penyisiran juga dilakukan di Sungai Glagah Wangi. Di lokasi itu, petugas membersihkan 26 titik hambatan yang didominasi vegetasi liar dan sampah pertanian. Adapun di kawasan Brantas Bon 8, Coban Peteng, dan Pusung Lading, petugas menemukan sejumlah rumpun bambu roboh dan material longsoran yang berpotensi menghambat aliran sungai.

Gatot menegaskan, seluruh hambatan langsung dieksekusi di lapangan. Pohon yang melintang dipotong. Sedangkan, rumpun bambu yang menyumbat aliran dibersihkan untuk mengurangi risiko terbentuknya bendung alami.

Baca Juga: Bumiaji Jadi Penyumbang Terbanyak Pernikahan Dini di Kota Batu, Ini Penyebab Utamanya - Radar Batu

“Kalau dibiarkan menumpuk, saat debit air meningkat bendung alami itu bisa jebol dan memicu banjir bandang di wilayah hilir,” tegasnya. Upaya mitigasi tersebut mengacu pada Kajian Risiko Bencana dan pemutakhiran Indeks Ancaman Banjir 2024 yang menempatkan Kecamatan Bumiaji, Batu, dan Junrejo sebagai wilayah dengan tingkat ancaman banjir tinggi.

Tim BPBD mengimbau masyarakat turut berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan pohon tumbang, longsoran, atau sumbatan baru di aliran sungai. Tujuannya agar insiden itu dapat segera ditangani sebelum memasuki puncak musim hujan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Mitigasi Bencana susur sungai banjir sungai BPBD