BATU, RADAR BATU – Jaringan 130 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi ujung tombak Baznas Kota Batu dalam meningkatkan penghimpunan zakat.
Ketua Baznas Kota Batu Abu Sofyan mengatakan seluruh UPZ tersebar di desa, kelurahan, masjid, hingga instansi pemerintah.
Rinciannya, 48 UPZ berada di Kecamatan Batu, 43 UPZ di Kecamatan Junrejo, dan 39 UPZ di Kecamatan Bumiaji.
"Kami terus memperluas jaringan UPZ agar penghimpunan zakat semakin optimal dan dikelola secara transparan," katanya.
Selain memperkuat jaringan UPZ, Baznas juga menjalin kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu.
Melalui kolaborasi tersebut, zakat dan infak pegawai Kemenag rata-rata mencapai sekitar Rp 6 juta setiap bulan.
BACA JUGA: Jaga Independensi Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Bentuk Tim Khusus 9 Jaksa Senior
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Batu Ahmad Syakir Sukari menjelaskan kerja sama itu dilakukan melalui nota kesepahaman.
Sebagian hak amil yang diterima kemudian dikembalikan kepada Kemenag untuk mendukung kegiatan sosial.
"Menjelang Hari Amal Bakti, dana tersebut kami salurkan kembali kepada masyarakat melalui bakti sosial," ujarnya.
Menurut Syakir, potensi penghimpunan zakat juga meningkat setelah bertambahnya sekitar 150 pegawai PPPK dan PNS baru dalam setahun terakhir.
Dengan jumlah pegawai aktif sekitar 300 orang, basis muzakki di lingkungan Kemenag semakin besar.
Baznas berharap penguatan jaringan UPZ dan kolaborasi lintas instansi mampu meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi program pengentasan kemiskinan di Kota Batu. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan