BATU, RADAR BATU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar mulai membayangi Kota Batu seiring proyeksi menguatnya fenomena El Nino pada pertengahan 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu kini meningkatkan kewaspadaan setelah cuaca ekstrem diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
BPBD bahkan memperingatkan potensi karhutla tahun ini bisa menyerupai bencana besar pada 2019 lalu yang melalap sekitar 400 hektare kawasan hutan dan lahan pegunungan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan, pengalaman pahit tersebut menjadi dasar utama mitigasi tahun ini.
“Karhutla 2019 menjadi yang paling parah. Dampaknya tidak hanya hutan terbakar, tapi juga memicu kerusakan ekosistem hingga banjir bandang beberapa tahun setelahnya,” ujarnya.
Menurut Gatot, ancaman kebakaran diperparah dengan proyeksi musim kering panjang akibat penguatan El Nino pada 2026-2027.
BACA JUGA: Jangan Sampai Bikin Ilfeel, Berikut Aturan Tidak Tertulis Saat First Date yang Sering Diabaikan
Kondisi tersebut berpotensi memicu suhu lebih panas dan vegetasi lebih mudah terbakar. BPBD kini mulai memetakan kawasan rawan karhutla, khususnya di wilayah pegunungan dan hutan lereng Kota Batu.
Selain berkaca pada tragedi 2019, BPBD juga menyoroti kebakaran besar yang terjadi pada 2023 lalu. Saat itu, api membakar sekitar 30 hektare lahan hingga merembet ke wilayah kabupaten tetangga.
“Karena medannya sulit, waktu itu sampai perlu bantuan helikopter water bombing dari pusat,” tambah Gatot.
BACA JUGA: Kuliner Pagi Favorit, Rekomendasi Nasi Pecel di Kota Batu yang Wajib Dicoba
Meski ancaman karhutla meningkat, BPBD memastikan pasokan air bersih untuk kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman.
“Untuk konsumsi warga masih aman. Fokus utama kami sekarang mitigasi kebakaran hutan,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peningkatan titik api mulai terjadi pada Agustus mendatang saat intensitas hujan turun drastis. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan