BATU, RADAR BATU – Peta persaingan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu semakin mengerucut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu Aditya Prasaja memastikan tidak akan ikut dalam seleksi calon sekda.
Nama Aditya sebelumnya santer masuk bursa kandidat. Namun ia menegaskan pilihannya untuk tidak mendaftar. Fokus utama saat ini adalah menuntaskan tugas sebagai kepala dinas yang dipimpinnya.
“Pada prinsipnya saya fokus untuk melaksanakan tugas yang sekarang diemban, dan memang tidak ada rencana untuk mengikuti seleksi tersebut,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Batu, Selasa (14/4).
Baca Juga: Sekda Kota Batu Dibuka Nasional, Wali Kota Nurochman Tantang ASN Pemkot Jangan Minder
Ia mengaku sempat terkejut saat namanya disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Meski demikian, apresiasi terhadap kinerjanya tidak mengubah keputusan tersebut.
Aditya juga mengingatkan pentingnya soliditas birokrasi, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai sekda definitif. Menurutnya, seluruh aparatur sipil negara harus tetap menjaga kekompakan dan profesionalitas.
“Sekda adalah birokrat tertinggi. Kami harus loyal terhadap arahan dan kebijakan yang diambil,” imbuhnya.
Ia berharap proses seleksi berjalan objektif dan menghasilkan sosok yang mampu memperkuat kinerja Pemerintah Kota Batu ke depan.
Baca Juga: Empat Nama Menguat di Bursa Pencalonan Sekda, 14 Kepala Dinas Dinilai Punya Peluang yang Sama
Dengan mundurnya Kadinkes dari bursa, perhatian kini mengarah pada tiga nama yang dinilai memiliki peluang kuat. Mereka adalah Alfi Nurhidayat (Kepala Dinas Pendidikan), Mohammad Nur Adhim (Kepala Bapenda), dan Dyah Lies Tina (Kepala DPMPTSP).
Ketiganya menjadi sorotan publik di tengah proses seleksi yang masih menyisakan sejumlah kandidat lain. Tidak menutup kemungkinan, nama baru akan muncul sebagai kejutan dari total 14 kandidat potensial yang tersisa.
Editor : Aditya Novrian